<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indonesiawi</title>
	<atom:link href="http://indonesiawi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indonesiawi.wordpress.com</link>
	<description>mencari indonesia, menuju indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jun 2008 14:43:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indonesiawi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indonesiawi</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indonesiawi.wordpress.com/osd.xml" title="Indonesiawi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indonesiawi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perhitungan Neraca Minyak Pemerintah</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/05/18/perhitungan-neraca-minyak-pemerintah/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/05/18/perhitungan-neraca-minyak-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 12:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Perhitungan Kwik Kian Gie yang selanjutnya saya sebut KKG tentang subsidi BBM (1) arahnya sudah benar, walaupun karena itu adalah perhitungan yang sangat2 disederhanakan, timbul beberapa asumsi perhitungan yang banyak dipertanyakan dalam beberapa milis sehingga perlu di perjelas. (saya hanya merangkum saja). 1. Harga Minyak. Harga yang dijadikan dasar perhitungan adalah Harga Minyak Mentah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=24&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perhitungan Kwik Kian Gie yang selanjutnya saya sebut<br />
KKG tentang subsidi BBM (1)<br />
arahnya sudah benar, walaupun karena itu adalah<br />
perhitungan yang sangat2 disederhanakan, timbul<br />
beberapa asumsi perhitungan yang banyak dipertanyakan<br />
dalam beberapa milis sehingga perlu di perjelas.</p>
<p>(saya hanya merangkum saja).</p>
<p>1. Harga Minyak.</p>
<p>Harga yang dijadikan dasar perhitungan adalah Harga<br />
Minyak Mentah dan Harga Jual Premium Dalam Negeri.<br />
Padahal, konsumsi Dalam Negeri tidak hanya Premium.</p>
<p>2. Produksi dan Konsumsi.</p>
<p>Produksi yang dijadikan dasar perhitungan adalah<br />
produksi Minyak Mentah, padahal tidak seluruh Minyak<br />
Mentah dapat diproses menjadi premium dan BBM lainnya.</p>
<p>Konsumsi yang dijadikan dasar perhitungan adalah<br />
Premium, padahal konsumsi Dalam Negeri tidak hanya<br />
Premium.</p>
<p>2. Perhitungan Pemasukan dan Pengeluaran Pemerintah.</p>
<p>2.1 Perhitungan Pengeluaran.</p>
<p>KKG hanya memasukkan Biaya Proses pengolahan BBM yang<br />
diproduksi dari Minyak Mentah Dalam Negeri. Seharusnya<br />
dimasukkan juga komponen Biaya Proses pengolahan BBM<br />
yang diperoleh dari impor.</p>
<p>2.2 Perhitungan Pemasukan.</p>
<p>KKG hanya memasukkan penerimaan dari volume penjualan<br />
BBM yang diproduksi dari Minyak Mentah Dalam Negeri,<br />
seharusnya diperhitungkan Total penerimaan BBM yang<br />
dijual di Dalam Negeri (baik yang diperoleh dari<br />
Minyak Mentah dalam Negeri dan Impor), ditambah<br />
pemasukan dari Ekspor Minyak Mentah.</p>
<p>Perhitungan Pemasukan dan Pengeluaran Pemerintah yang<br />
dilakukan KKG dengan asumsi 0% ekspor, padahal<br />
kenyataannya Pemerintah melakukan ekspor dan impor<br />
Minyak Mentah dan BBM sekaligus.</p>
<p>3. Pengertian Subsidi.</p>
<p>Harga 4500 premium yang dijadikan dasar asumsi KKG,<br />
sebenarnya adalah Harga Premium yang saat ini SUDAH<br />
diberikan Subsidi. Artinya, jika perhitungan KKG<br />
pemerintah masih untung XX Triliun, maka angka<br />
tersebut masih harus dipotong Subsidi yang diberikan<br />
Pemerintah dalam APBN tahun tersebut.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;.</p>
<p>Sebenarnya sudah ada yang membuat perhitungan<br />
sederhana dengan excel yang berangkat dari logika yang<br />
dibangun KKG(2).</p>
<p>Dengan logika yang dibangun dari perhitungan KKG<br />
tersebut saya mencoba kembali membuat perhitungan<br />
sederhana untuk mengakomodir asumsi2 yang menjadi<br />
kerancuan dalam perhitungan KKG tersebut(3) :<br />
<a href="http://rapidshare.com/files/115760112/Neraca_Minyak_ Pemerintah.xls.html" target="_blank">Perhitungan Neraca Minyak Pemerintah</a></p>
<p>Pertama kita harus memperjelas terminologi &#8216;Minyak<br />
Mentah&#8217; &#8216;BBM&#8217; dan &#8216;Premium&#8217; yang menjadi dasar<br />
perhitungan.</p>
<p>Penyederhanaan perhitungan KKG dapat dimaklumi karena<br />
sulitnya mendapatkan data detail berapa produksi,<br />
konsumsi, biaya proses yang keluar dan pemasukan yang<br />
diterima Pemerintah untuk setiap jenis BBM yang<br />
dikonsumsi masyarakat. Tugas Pemerintahlah<br />
mendetailkan perhitungan ini dan mempublikasikannya.</p>
<p>Ok, saat ini kita buat perhitungan sederhana dahulu<br />
asal konsisten.</p>
<p>I. Harga Minyak.</p>
<p>1.Harga Minyak Mentah Internasional dipilih sebagai<br />
dasar perhitungan Ekspor dan Impor Minyak Mentah yang<br />
dilakukan Pemerintah.</p>
<p>2. Harga Jual Rata2 BBM Dalam Negeri. Harga ini<br />
adalah harga jual rata2 semua jenis BBM produksi<br />
Pertamina.(Premium, Pertamax, Minyak Tanah, Minyak<br />
Diesel, Solar, dll)baik BBM untuk Industri maupun<br />
masyarakat umum. Harga ini seharusnya adalah harga<br />
TANPA SUBSIDI. Jika saldo akhir negatif, barulah perlu<br />
diberikan subsidi.</p>
<p>II. Produksi dan Konsumsi</p>
<p>3.Produksi Minyak Mentah Dalam Negeri adalah Volume<br />
Poduksi Dalam Negeri Minyak Mentah per Tahun.</p>
<p>4. Konsumsi BBM Dalam Negeri adalah Volume Konsumsi<br />
BBM Dalam Negeri per Tahun, yang dipenuhi oleh<br />
produksi BBM baik dari Minyak Mentah Dalam Negeri<br />
maupun Minyak Mentah Impor.</p>
<p>III. Ekspor dan Impor</p>
<p>5. Ekspor Minyak Mentah adalah Volume penjualan Minyak<br />
Mentah per Tahun.</p>
<p>6. Impor Minyak Mentah adalah Volume pembelian Minyak<br />
Mentah dari Luar Negeri per Tahun.</p>
<p>IV. Biaya Proses</p>
<p>7. Biaya Proses BBM Dalam Negeri per Liter adalah<br />
rata2 biaya total proses pengadaan seluruh jenis<br />
produk BBM dari Minyak Mentah sampai menjadi BBM yang<br />
siap ke tangan konsumen akhir. Biaya ini meliputi<br />
Biaya Lifting, Kilang, Distribusi, dll. Biaya proses<br />
ini berlaku baik untuk Minyak Mentah dari Dalam Negeri<br />
maupun dari Impor.</p>
<p>V. Neraca Pemerintah</p>
<p>Pemasukan Pemerintah diperoleh dari:</p>
<p>1. Penerimaan Dalam Negeri, yaitu Penerimaan dari<br />
Penjualan seluruh BBM Dalam Negeri.</p>
<p>2. Ekspor Luar Negeri. yaitu Penerimaan dari Penjualan<br />
Minyak Mentah ke Luar Negeri.</p>
<p>Pengeluaran Pemerintah diperoleh dari:</p>
<p>1. Biaya Proses Dalam Negeri, yaitu Biaya yang keluar<br />
untuk memproses BBM Dalam Negeri baik dari Minyak<br />
Mentah dalam Negeri maupun Minyak Mentah Impor.</p>
<p>2. Biaya Impor Luar Negeri. yaitu Biaya pembelian<br />
impor Minyak Mentah dari Luar Negeri.</p>
<p>Saldo Akhir Pemerintah adalah Selisih antara Pemasukan<br />
dan Pengeluaran.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230; &#8230;..</p>
<p>Analisis.</p>
<p>Sebagai perbandingan, seluruh perhitungan menggunakan<br />
angka2 yang dipilih oleh KKG.</p>
<p>I. Harga Minyak.</p>
<p>1.Harga Minyak Internasional diambil nilai 100 USD.</p>
<p>2.Harga Jual Rata2 BBM Dalam Negeri dipilih Rp.4500,-<br />
Ketika KKG memilih asumsi 4500, yang dimaksud<br />
sebenarnya adalah harga Premium. Tidak apa, yang<br />
penting kita sudah konsisten bahwa yang kita maksud<br />
adalah Harga Jual Rata2 seluruh produk BBM Dalam<br />
Negeri. Faktanya, Harga BBM yang dijual Pertamina(4)<br />
bervariasi untuk masyarakat umum dan industri, yang<br />
jika dirata2 pastilah lebih tinggi dari angka 4500<br />
ini.</p>
<p>Secara akuntansi dapat dibuktikan Saldo akhir<br />
Pemerintah akan bertambah jika harga rata2 BBM dalam<br />
negeri yang dijual Pertamina lebih tinggi dari angka<br />
4500 ini.</p>
<p>II. Produksi dan Konsumsi.</p>
<p>3.Produksi Minyak Mentah Dalam Negeri dipilih 40.6245<br />
Juta Kilo Liter Per Tahun sesuai dengan asumsi KKG<br />
yang sudah memasukkan faktor bagi hasil yang paling<br />
minim, yaitu 70%..</p>
<p>(KKG : Produksi dalam liter per tahun : 70 % x<br />
(1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000 Liter)</p>
<p>4. Konsumsi BBM Dalam Negeri dipilih 60 Juta Kilo<br />
Liter sesuai angka yang dipilih KKG. Jika menggunakan<br />
data ESDM, konsumsi pada 2007 adalah 321.302.814<br />
Barrel atau jika dikalikan 159 Liter/ Barrel diperoleh<br />
hanya 51.087.147.426 Liter.</p>
<p>Memang benar bahwa konsumsi Dalam Negeri tidak hanya<br />
Premium. Tetapi kita sudah konsiten menyebut bahwa<br />
yang kita maksud adalah Konsumsi Total seluruh produk<br />
BBM</p>
<p>III. Ekspor dan Impor</p>
<p>5. Ekspor Minyak Mentah dipilih sesuai dengan asumsi<br />
KKG, yaitu 0% ekspor. Karena data ekspor/impor kita<br />
saat ini sudah menjadi net importer, maka sudah<br />
seharusnya kita impor kekurangannya saja.</p>
<p>Jika produksi &lt; konsumsi, dan tetap melakukan ekspor,<br />
maka secara akuntansi, Saldo Akhir Permerintah tidak<br />
akan berubah. Karena ekspor yang dilakukan<br />
mengakibatkan impor dalam volume yang sama untuk<br />
memenuhi konsumsi. Tapi, untuk menghindari adanya<br />
kerugian pemerintah karena penyelundupan dan korupsi,<br />
kegiatan ekspor dan impor kembali sebaiknya tidak<br />
dilakukan.</p>
<p>6. Impor Minyak Mentah dipilih sesuai dengan<br />
pendekatan KKG, yaitu sudah seharusnya kita impor<br />
kekurangannya saja. Yaitu selisih antara konsumsi dan<br />
produksi.</p>
<p>Jika konsumsi &lt; produksi, dan tetap melakukan impor,<br />
maka secara akuntansi, Saldo Akhir Permerintah tidak<br />
akan berubah. Karena impor yang dilakukan<br />
mengakibatkan sisa produksi dalam volume yang sama<br />
yang dapat diekspor. Impor dapat dilakukan dengan<br />
alasan waktu atau ketersediaan.</p>
<p>Sekali lagi, Kegiatan Ekspor dan Impor yang dilakukan<br />
diluar selisih antara Produksi dan Konsumsi secara<br />
akuntansi dapat dibuktikan tidak berpengaruh kepada<br />
Saldo Akhir Pemerintah.</p>
<p>IV. Biaya Proses</p>
<p>7. Biaya Proses BBM Dalam Negeri per Liter yang<br />
meliputi Biaya Lifting, Kilang, Distribusi, dll<br />
dipilih 10 USD sesuai perhitungan KKG. Tapi<br />
perhitungan ini sudah menghitung SELURUH volume BBM<br />
yang harus diproses, baik dari Minyak Mentah Dalam<br />
Negeri maupun Impor.</p>
<p>V. Neraca Pemerintah</p>
<p>Dengan angka2 yang dipilih sesuai asumsi KKG, ternyata<br />
Pemerintah masih memiliki saldo sekitar 110 Triliun!<br />
Ini sesuai dengan koreksi perhitungan dengan rekan<br />
Johand Dimalouw dalam milis IA-ITB (5).</p>
<p>http://groups. yahoo.com/ group/IA- ITB/message/ 33182</p>
<p>Tapi apakah Pemerintah benar2 untung 110 Triliun? mari<br />
perhatikan pengertian subsidi.</p>
<p>Dari pengertian Subsidi sebagaimana disampaikan rekan<br />
Hanan Nugroho (6) :</p>
<p>&#8216;&#8230;Subsidi BBM, sebagaimana dapat dipahami dari<br />
naskah RAPBN dan Nota Keuangan saban tahun, adalah<br />
“pembayaran yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia<br />
kepada PERTAMINA (pemegang monopoli pendistribusian<br />
BBM di Indonesia) dalam situasi dimana pendapatan yang<br />
diperoleh PERTAMINA dari tugas menyediakan BBM di<br />
Tanah Air adalah lebih rendah dibandingkan biaya yang<br />
dikeluarkannya untuk menyediakan BBM tersebut”. Dalam<br />
hal ia bernilai positif, seperti dulu sering dialami,<br />
angka itu disebut Laba Bersih Minyak&#8230;.&#8217;</p>
<p>Perhitungan diatas menghasilkan Saldo Pemerintah 110<br />
Triliun. Tapi, angka 4500 rupiah harga BBM faktanya<br />
pada saat ini adalah Harga Jual yang SUDAH diberikan<br />
Subsidi oleh Pemerintah ke PERTAMINA. Artinya :</p>
<p>Dari sudut pandang Pemerintah, setelah memberikan<br />
subsidi ke PERTAMINA pun masih kelebihan uang 110 &#8211; 68<br />
Triliun (Subsidi BBM 2007) = 42 Triliun.</p>
<p>Dari sudut pandang Pertamina, Harga Jual Pertamina<br />
seharusnya diatas 4500, tetapi PERTAMINA sudah<br />
menerima SUBSIDI BBM tersebut untuk menutupi<br />
kekurangannya.</p>
<p>Kesimpulannya, Pemerintah saat ini tanpa perlu<br />
mencabut Subsidi pun masih untung, dan Pertamina pun<br />
TIDAK PERLU menaikkan Harga Jualnya.</p>
<p>Jika Pemerintah tidak ingin mengambil untung dari<br />
Minyak (Saldo akhir dibuat 0), maka Pemerintah dapat :</p>
<p>1. Menggunakan 42 Triliun ini untuk keperluan lain<br />
(infrastruktur, pendidikan, kesehatan atau yang paling<br />
buruk adalah Bantuan Tunai Langsung)</p>
<p>2. MENAMBAH SUBSIDI ke PERTAMINA.</p>
<p>Ini yang lebih baik, PERTAMINA dapat menggunakan dana<br />
Subsidi tambahan ini untuk keperluan modernisasi<br />
kilang2nya sehingga biaya proses pengolahan BBM<br />
menjadi turun, atau langsung menggunakan subsidi<br />
tambahan ini untuk MENURUNKAN HARGA JUAL BBM ke<br />
masyarakat! Sehingga Industri Bangsa ini bisa lebih<br />
bersaing..</p>
<p>Pilihannya ada pada Pemerintah, tapi faktanya, salah<br />
besar jika dikatakan saat ini Pemerintah kesulitan<br />
uang akibat Harga Minyak Mentah Internasional naik,<br />
sehingga perlu menaikkan harga BBM..</p>
<p>Salam Minyak,</p>
<p>Referensi :</p>
<p>(1). <a href="http://koraninternet.com/web/index.php?pilih=lihat&amp;id=4760" target="_blank">Hitung2an asli KKG:</a></p>
<p>(2) <a href="http://download182.mediafire.com/fxwymx4dpmhg/hdsdk4da0nw/simulasihargamin yak.xls" target="_blank">Perhitungan Biaya Minyak dengan logika KKG</a></p>
<p>(3) <a href="http://rapidshare.com/files/115760112/Neraca_Minyak_ Pemerintah.xls.html" target="_blank">Perhitungan Neraca Minyak Pemerintah</a></p>
<p>(4) <a href="http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=3724&amp;Itemid=33" target="_blank">HARGA BBM Industri</a></p>
<p>(5) <a href="http://groups.yahoo.com/group/IA-ITB/message/33182" target="_blank">Koreksi Hitungan KKG versi rekan JD:</a></p>
<p>(6) <a href="http://rapidshare.com/files/115705753/bappenas-SUBSIDI-BBM-PP.pdf.html" target="_blank">Tulisan rekan Hanan Nugroho tentang Subsidi BBM</a></p>
<p>*Tips*</p>
<p>Hilangkan tanda baca spasi ( ), persen (%), atau angka (20) yang mungkin muncul<br />
ketika anda mendownload link-link diatas.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=24&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/05/18/perhitungan-neraca-minyak-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan ke Kutha Solo</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/19/perjalanan-ke-kutha-solo/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/19/perjalanan-ke-kutha-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 05:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/19/perjalanan-ke-kutha-solo/</guid>
		<description><![CDATA[Saya ini sebenarnya keturunan orang solo. Tapi berhubung keluarga dari solo sudah sebagian besar menetap di jakarta termasuk almarhum kakek-nenek, jadi setiap lebaran tidak pernah ke sana. Pernah sekali kesana tapi waktu masih kecil sekali, itu pun tidak bareng bapak-ibu, tapi dengan saudara yang lain. Dan waktu itu tidak ingat apa2 dan kemana saja. Justru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=23&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ini sebenarnya keturunan orang solo. Tapi berhubung keluarga dari solo sudah sebagian besar menetap di jakarta termasuk almarhum kakek-nenek, jadi setiap lebaran tidak pernah ke sana. Pernah sekali kesana tapi waktu masih kecil sekali,  itu pun tidak bareng bapak-ibu, tapi dengan saudara yang lain. Dan waktu itu tidak ingat apa2 dan kemana saja.</p>
<p>Justru selasa-rabu kemarin saya berkesempatan mengunjungi solo berhubungan dengan pekerjaan. Yang saya ceritakan berikutnya bukan masalah pekerjaannya, tapi jalan2nya saja <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seperti biasa, kita melakukan rencana perjalanan. Jika membawa sendiri mobil dari Bandung ke solo<br />
akan melelahkan dan pasti jatuhnya lebih mahal, sehingga diputuskan untuk naik kereta saja dan menyewa mobil di solo.</p>
<p>Google pun bekerja. Ternyata ditemukan satu situs tentang kota solo yang cukup lengkap.</p>
<p><a href="http://kotasolo.info">Info Kota Solo</a></p>
<p>Di situs tersebut pun ada daftar travel yang menyediakan rental mobil di solo. Satu travel kami telfon, dan harganya ajaib. Lagipula yang ditawarkan adalah L300 yang menurut kami tidak nyaman, atau Toyota Corolla dengan penawaran yang tidak masuk akal. Kebetulan, admin situs tersebut kami lihat online di YM, maka saya hubungi saja per YM.</p>
<p>Dari perbincangan dia menyarankan satu Travel. Dan dia juga menginformasikan rate standarnya yang masuk akal. Kami hubungi per telfon, dan tercapai kesepakatan. Mobilnya? silakan ditebak dari foto dibawah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src='http://farm4.static.flickr.com/3104/2424678836_bab024c4a5_o.jpg' alt='' class='alignleft' /></p>
<p>Perjalanan dari Bandung dimulai pada Selasa, 20.00 Waktu Bandung dengan kereta Lodaya. Saya tidak ingat persis, tapi rasanya kereta berangkat on time. Poin bagus untuk PT KAI.</p>
<p>Di dalam kereta, saya berbincang2 dengan sebelah saya. Dia menuju jogja. Sepanjang jalan kami membicarakan keanehan2 bangsa ini, tapi kemudian topik beralih ke KULINER solo! Sebelah saya promosi habis2an kuliner solo, mulai dari kikil ayam di malam hari yang katanya antriannya seperti antri BBM, kopi &#8216;Nyos&#8217; yang penyajiannya dengan menambahkan arang panas yang menyala langsung dimasukkan ke kopinya, Timlo Solo, dll.. yang saya tidak yakin bisa saya nikmati karena waktunya yang tidak banyak.</p>
<p>Singkat cerita, sampailah kami di stasiun Solo Balapan. Mengapa namanya Solo Balapan? saya tidak tahu, mungkin hanya Tuhan dan orang asli solo yang tahu jawabannya.</p>
<p>inilah stasiun Solo Balapan itu :</p>
<p><img src='http://farm4.static.flickr.com/3037/2423865789_2a4814dd82_o.jpg' alt='Stasiun Solo Balapan' class='alignnone' /></p>
<p>Rencana perjalanan sebenarnya menuju ke Klaten. Tapi sebelum kesana, rasanya lebih enak jika sarapan pagi dulu di solo. Dari situs infokota solo disebut2 Sate Mbok Galak yang katanya Favorit Pak Harto dan Mbak Tutut. Tapi setelah saya tanyakan ke Supir sekaligus guide kami itu, dia menyarankan yang lain. Sate pak Bejo saja mas, katanya. Bolehlah, dicoba saja. Sebenarnya agak aneh makan pagi dengan sate kambing, tapi itulah anehnya Solo. Kok ada ya yang jual sate kambing pagi2? Karena aneh, saya jadi tertarik.. hehe</p>
<p>Ini Pondok sate Pak Bejo yang kami kunjungi. Sebelumnya ada juga Pondok Pak Bejo yang lain, tapi belum buka, masih beres2.. ternyata Pondok Sate Pak Bejo ini punya cabang dimana2. Franchise gaya solo lah..</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2330/2423866201_7edaf783bd_o.jpg' alt='Pondok Sate Pak Bejo' class='alignleft' /></p>
<p>Apa yang khas dari Sate Pak Bejo ini? Sate Buntel. Apa tuh? Sate ini adalah daging olahan yang dibungkus berbentuk buntelan dan di panggang di atas arang seperti sate. Penasaran? seperti inilah sate buntel itu :</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2308/2423866351_dab99040cb_o.jpg' alt='Sate Buntel' class='alignleft' /></p>
<p>Saya pribadi tidak begitu suka daging olahan. Rasa daging aslinya pasti hilang. Seperti steak, steak dengan potongan besar lebih enak daripada steak olahan yang dibungkus tepung. Tapi melihat besarnya porsi Sate Buntel ini dan dengan semangat &#8216;mencoba yang baru&#8217; maka tidak ada salahnya memesan sate Buntel. Jalan tengahnya, kami memesan juga menu yang lain, yaitu Sate Kambing polos :</p>
<p><img src='http://farm4.static.flickr.com/3226/2423866587_2a0fae8b68_o.jpg' alt='Sate Kambing Polos' class='alignleft' /></p>
<p>Dan tidak hanya sate, tapi juga Tongseng. (Duh, sarapan atau Lapar ya? )</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2248/2423866461_5c27beed29_o.jpg' alt='Tongseng Solo' class='alignnone' /></p>
<p>Makan banyak harus diimbangi dengan minuman yang sepadan. Teman saya memesan teh manis panas. Setiap kota biasanya memiliki teh yang terkenal di daerah tersebut. Kalau di solo, salah satunya &#8216;Teh Gardoe&#8217; ini :</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2309/2423866737_6ea68c8a64_o.jpg' alt='Teh Gardoe' class='alignnone' /></p>
<p>Saya sendiri memesan Beras Kencur dengan Es. Ini pilihan terbaik pagi itu. Benar2 nendang, setelah makan kombinasi Sate Buntel, Kambing Polos dan Tongseng ditutup dengan ES BERAS KENCUR. Yang hebat adalah pagi2 itu mereka sudah menyajikan es batu. Tidak semua rumah makan kecil bisa seperti itu. Sayangnya, suasana Pondok Sate Bejo ini terlalu gelap untuk melakukan pengambilan gambar Es Beras Kencurnya, Penggunaan Flash tidak menarik untuk saya. <em>Flash is a kind of fake for me</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selesai sarapan perjalanan dilanjutkan menuju ke Klaten. Inilah bagian dari pekerjaan. Kami mengunjungi fasilitas foundry disana, baik yang berupa institusi pendidikan, IKM, maupun PMA. Satu hal yang mebuat sedih adalah ketika mengunjungi salah satu institusi pendidikan kami melihat banyaknya fasilitas mesin bantuan Pemerintah yang tidak termanfaatkan. Duh, lupa. Seharusnya saya tidak bercerita banyak tentang ini <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  mari kembali ke cerita jalan2 dan kuliner solo.</p>
<p>Jam makan siang menjelang. Saya masih penasaran dengan kota solo sehingga diputuskan kami makan siang kembali ke solo. Tadinya saya menanyakan tentang Timlo Solo, tapi menurut supir tempatnya kurang bersih. Kemudian dia menyarankan ke Rumah Makan saja yang banyak pilihan menunya. Akhirnya Pilihan jatuh ke Rumah makan &#8216;Adem Ayem&#8217;. Posisinya dekat dengan Mal Solo.</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2274/2424680214_ac0f0d83c2_o.jpg' alt='Rumah Makan Adem Ayem' class='alignnone' /></p>
<p>Perhatikan, pada foto diatas ada makanan yang digantung. Apakah itu? Mari kita lihat. Itu adalah &#8216;Intip Goreng&#8217;. Salah satu oleh2 khas solo. Waktu kecil saya ingat ibu saya kadang membuat rengginang dari nasi yang tidak habis oleh anak2nya. Ini adalah salah satu bentuk penghematan khas orang jawa dengan membuat penganan dari sesuatu yang tersisa. nah, Intip Goreng ini mirip dengan rengginang, cuma bedanya ia bukan nasi yang tersisa tapi memang sengaja dibuat untuk oleh2.</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2093/2424680352_4634fcdf71_o.jpg' alt='Intip Goreng' class='alignnone' /></p>
<p>Saya beli satu. Dan sebenarnya itu lebih karena PENASARAN saja. Saya tidak berani membayangkan rasanya. Apa? sudah jadi intip digoreng pula? hehehe.. sampai saat ini pun Intip Goreng ini masih ada dikamar saya di Bandung .. ada yang berminat? </p>
<p>Oke, kembali ke rumah makan Adem Ayem, dari luar saya meragukan tempatnya. Tapi setelah masuk ke dalam lumayan juga. Pemanfaatan foto2 Kota Solo cukup mengangkat suasana &#8216;tempo doeloe&#8217; didalam  interiornya .</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2169/2424678612_50fe51b640_o.jpg' alt='Interior Adem Ayem' class='alignnone' /></p>
<p>Ketika duduk, dimeja ada semacam flyer yang tadinya saya pikir merupakan daftar menu. Ternyata bukan. Itu adalah semacam panduan tentang kota solo, objek2 wisata yang menarik untuk dikunjungi, maupun tempat makan yang direkomendasikan disolo, dll. Bagus juga, tidak egois. Sesama pelaku bisnis saling promosi.</p>
<p><img src='http://farm4.static.flickr.com/3241/2423866837_02f4a25779_o.jpg' alt='Flyer Solo' class='alignnone' /></p>
<p>Saatnya memesan makanan. Pilihannya sangat beragam. Makanan Indonesia, Makanan Khas Jawa, atau oriental. Anehnya, saya tidak mencoba makanan khas jawa seperti Gudeg. Pilihan jatuh ke menu oriental. 3 menu yang kami pesan; Ayam goreng mentega, Sapo Tahu, dan Cah Kangkung. </p>
<p>Menu Pertama, Ayam Goreng Mentega :</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2337/2424679994_f90a9de478_o.jpg' alt='Ayam Goreng Mentega' class='alignnone' /></p>
<p>Overall cukup baik, namun masih dalam level mediocre. Kuahnya pas, potongan ayamnya tidak terlalu lunak. Jika mereka menaruh banyak potongan nanas diatasnya maka itu akan sempurna.</p>
<p>Menu kedua, Sapo Tahu :<br />
<img src='http://farm4.static.flickr.com/3028/2424679842_dda5d3a1ae_o.jpg' alt='Sapo Tahu' class='alignnone' /></p>
<p>Ini juaranya. Tampilan penyajiannya seperti di foto mungkin kurang meyakinkan, tapi percayalah, mereka benar2 mengerti bagaimana mengolah sapo tahu. Crispy diluar namun tetap lembut didalam. Ditambah potongan cumi yang terukir dengan baik plus udang sebagai bonusnya, serta dilumasi dengan kuah yang tidak terlalu kental namun mampu menjembatani semua rasa. Puji Tuhan.</p>
<p>Menu ketiga adalah Cah Kangkung. Saya tidak mengambil fotonya karena Kangkung yang disajikan tidak besar2 sesuai harapan, namun pengolahannya masih cukup baik. Tetap segar dan tidak layu. Masih kres kres lah.</p>
<p>Dan ini adalah foto yang saya ambil dengan nasi yang dilumuri Sapo Tahu dalam balutan Fusion :</p>
<p><img src='http://farm3.static.flickr.com/2416/2424680084_db79f265e0_o.jpg' alt='Sok Fusion' class='alignnone' /></p>
<p>Pengalaman yang singkat namun cukup berkesan untuk saya. Kami harus sering2 ke solo lagi.. Ikut?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=23&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/19/perjalanan-ke-kutha-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3104/2424678836_bab024c4a5_o.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3037/2423865789_2a4814dd82_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stasiun Solo Balapan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2330/2423866201_7edaf783bd_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pondok Sate Pak Bejo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2308/2423866351_dab99040cb_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sate Buntel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3226/2423866587_2a0fae8b68_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sate Kambing Polos</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2248/2423866461_5c27beed29_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tongseng Solo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2309/2423866737_6ea68c8a64_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Teh Gardoe</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2274/2424680214_ac0f0d83c2_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Makan Adem Ayem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2093/2424680352_4634fcdf71_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Intip Goreng</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2169/2424678612_50fe51b640_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Interior Adem Ayem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3241/2423866837_02f4a25779_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Flyer Solo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2337/2424679994_f90a9de478_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ayam Goreng Mentega</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3028/2424679842_dda5d3a1ae_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sapo Tahu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2416/2424680084_db79f265e0_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sok Fusion</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UU ITE &#8211; Fenomena Pemblokiran dan Judicial Review</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/10/uu-ite-fenomena-pemblokiran-dan-judicial-review/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/10/uu-ite-fenomena-pemblokiran-dan-judicial-review/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 20:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Situs2 yang sudah diblok sudah dibuka lagi. Hidup Demokrasi. Ini fenomena yang baik sekaligus tidak baik. Baik, bahwa kekuatan dorongan dari massa yang berlogika dapat mengubah kebijakan yang terlanjur keliru. Tidak baik, karena sekali lagi ini menunjukkan sikap pengambilan kebijakan yang tergesa2 dan dapat dianulir kapan saja. Negara ini negara hukum (UUD Pasal 1 ayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=22&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Situs2 yang sudah diblok sudah dibuka lagi. Hidup Demokrasi.</p>
<p>Ini fenomena yang baik sekaligus tidak baik. Baik, bahwa kekuatan<br />
dorongan dari massa yang berlogika dapat mengubah kebijakan yang<br />
terlanjur keliru. Tidak baik, karena sekali lagi ini menunjukkan<br />
sikap pengambilan kebijakan yang tergesa2 dan dapat dianulir kapan<br />
saja.</p>
<p>Negara ini negara hukum (UUD Pasal 1 ayat 3), ketika Pemerintah<br />
mengambil suatu kebijakan haruslah ada hukumnya. Dalam masalah<br />
pemblokiran film Fitna, UU ITE (Belum bernomor karena belum di teken<br />
Presiden dan tercatat dalam Lembaran Negara)lah yang menjadi dasar<br />
hukumnya.</p>
<p>Reaksi masyarakat yang merasa akses informasinya terganggu adalah<br />
dengan melakukan aksi di dunia maya. Forum, milis, blog, petisi. Dan<br />
hebatnya, berhasil. Jadi dimana negara hukumnya?</p>
<p>Jika pemerintah mengambil kebijakan berdasarkan hukum dan masyarakat<br />
merasa tidak puas, mari kita lihat dari sisi hukum. Dari UU ITEnya<br />
itu sendiri.</p>
<p>Pasal 27 s/d 37 UU ITE menyebutkan perbuatan2 yg dilarang dengan<br />
ancaman pidana oleh pasal 45 s/d 52.</p>
<p>Sekarang, tinjau pasal 31 UU ITE:</p>
<p>(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum<br />
melakukan intersepsi atau<br />
penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik<br />
dalam suatu Komputer dan/atau<br />
Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain.<br />
(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum<br />
melakukan intersepsi atas<br />
transmisi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang tidak<br />
bersifat publik dari, ke, dan di<br />
dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang<br />
lain, baik yang tidak<br />
menyebabkan perubahan apa pun maupun yang menyebabkan adanya<br />
perubahan, penghilangan,<br />
dan/atau PENGHENTIAN Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik<br />
yang sedang ditransmisikan.</p>
<p>dan penjelasan Pasal 31(1):</p>
<p>Pasal 31<br />
Ayat (1)<br />
Yang dimaksud dengan &#8220;intersepsi atau penyadapan&#8221; adalah kegiatan<br />
untuk mendengarkan, merekam,<br />
membelokkan, mengubah, MENGHAMBAT, dan/atau mencatat transmisi<br />
Informasi Elektronik dan/atau<br />
Dokumen Elektronik yang tidak bersifat publik, baik menggunakan<br />
jaringan kabel komunikasi maupun<br />
jaringan nirkabel, seperti pancaran elektromagnetis atau radio<br />
frekuensi.</p>
<p>Dari UU ITE sendiri terlihat, pemblokiran suatu situs adalah tindakan<br />
PENGHENTIAN atau MENGHAMBAT informasi yang dapat dikategorikan<br />
INTERSEPSI dan merupakan suatu perbuatan yang dilarang dan diancam<br />
dengan PIDANA.</p>
<p>Tapi tunggu dulu, sebenarnya Pemerintah berhak melakukan Intersepsi<br />
sebagaimana diatur oleh Pasal 31 ayat 3 dan 4 :</p>
<p>(3) Kecuali intersepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat<br />
(2), intersepsi yang dilakukan dalam<br />
rangka penegakan hukum atas permintaan kepolisian, kejaksaan, dan/<br />
atau institusi penegak hukum<br />
lainnya yang ditetapkan berdasarkan undang undang.<br />
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana<br />
dimaksud pada ayat (3) diatur<br />
dengan Peraturan Pemerintah.</p>
<p>Dan inilah yang tidak dilakukan. Seharusnya, pemblokiran ini atas<br />
permintaan kepolisian, kejaksaan atau institusi hukum lainnya dan<br />
bukan depkominfo. Dalam surat pemblokiran Fitna kepada APJII justru<br />
Depkominfo yang potong kompas dan melampirkan surat tersebut ke<br />
Kapolri. Dalam surat itu hanya disebutkan &#8216;disinyalir&#8217;.. Apakah<br />
Depkominfo bertindak terlalu jauh?</p>
<p>Ketentuan Intersepsi itu sendiri seharusnya diatur lebih jauh oleh<br />
Peraturan Pemerintah yang dalam hal ini belum dibuat..</p>
<p>Diluar polemik pemblokiran film Fitna yang bergeser menjadi<br />
terganggunya akses informasi, Saya jadi tertarik dengan UU ITE yg<br />
diributkan ini. Banyak yang bilang ini akan menjadi ancaman kebebasan<br />
berpendapat dan memiliki pasal2 karet yang implementasinya dapat<br />
ditafsirkan macam2. Mari, kita kembalikan saja ke Perundangan yang<br />
berlaku di negeri ini.</p>
<p>Sebelum masuk ke pembahasan UU ITE, kita harus memahami tingkatan<br />
Hukum di Negara ini.</p>
<p>1. Pancasila (Sumber dari segala sumber hukum negara)<br />
2. Undang-Undang Dasar (hukum dasar dalam Peraturan Perundang-<br />
undangan)<br />
3. Undang-Undang<br />
4. Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang<br />
5. Peraturan Pemerintah<br />
6. Peraturan Presiden<br />
7. Keputusan Presiden<br />
8. Instruksi Presiden<br />
9. .. dst</p>
<p>Setiap peraturan berfungsi untuk menerangkan atau menjalankan<br />
peraturan diatasnya, Setiap peraturan haruslah dibuat dengan tata<br />
cara yang sesuai dengan ketentuan yang mengaturnya, dan tidak boleh<br />
melanggar peraturan diatasnya.</p>
<p>Sekarang, pembahasan kita adalah UU ITE. Posisinya berada pada Undang-<br />
Undang.</p>
<p>UUD mengatur tata cara pembentukan UU dalam pasal 5,20,21,22, dan 22A.</p>
<p>Pasal 22A ini yang menyebutkan bahwa tata cara pembentukan UU lebih<br />
lanjut akan diatur oleh suatu UU.</p>
<p>&#8216;Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang undang<br />
diatur dengan undang undang.&#8217;</p>
<p>Agak aneh, karena UU diatur oleh UU, suatu tingkatan produk hukum<br />
yang setara. Tapi bagaimanapun itu sudah termuat dalam UUD kita yang<br />
berlaku.</p>
<p>UU yang mengatur tata cara pembentukan UU ini sudah dibuat, yaitu<br />
UU No.10 2004 tentang Pembentukan Peraturan PerUndang-Undangan.</p>
<p>Karena UU ITE ini dibuat setelahnya, maka tata cara pembuatannya<br />
terikat secara hukum kepada UU No.10 2004 tsb . Mari kita lihat,</p>
<p>Pada tahapan MENGINGAT, UU ITE menyebutkan :</p>
<p>Mengingat :<br />
Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 Undang Undang Dasar Negara<br />
Republik Indonesia Tahun 1945;</p>
<p>Ini adalah kejanggalan pertama dalam UU ITE ini.</p>
<p>Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 yang disebutkan hanyalah mengatur<br />
ketentuan tatacara pembentukan UU. Diluar itu, UU ITE sama sekali<br />
TIDAK BERFUNGSI menjalankan suatu Tujuan apapun yang diamanatkan<br />
dalam UUD. Secara hukum, UU ITE ini tidak memiliki Tujuan.</p>
<p>Baru kali ini saya menemukan UU yang tidak menyebut suatu pasal di<br />
UUD sebagai dasar dibuatnya UU tsb diluar pasal-pasal 5,20,21,22, dan<br />
22A pada tahapan &#8216;Mengingat&#8217;..</p>
<p>Baru kali ini. UU lainnya selalu menyebut pasal diluar pasal-pasal<br />
5,20,21,22, dan 22A; misalnya pasal 23, 28, pasal 33, dll yang sesuai<br />
tujuannya.</p>
<p>Dalam &#8216;Menimbang&#8217; memang dijelaskan latar belakang dan tujuan<br />
pembentukan UU ini. Tapi, &#8216;Menimbang&#8217; adalah hal2 yang baru tercantum<br />
dalam UU itu sendiri. Tanpa menyebut pasal mana dari UUD yang menjadi<br />
dasar tujuan pembentukan UU ITE ini, maka sekali lagi UU ITE ini<br />
secara hukum tidak memiliki Tujuan, Berdiri Sendiri, dan terlepas<br />
dari UUD.</p>
<p>Jika kita kembalikan kepada UU No.10 2004 tentang Pembentukan<br />
Peraturan PerUndang-Undangan dicantumkan :</p>
<p>BAB III<br />
MATERI MUATAN<br />
Pasal 8<br />
Materi muatan yang harus diatur dengan Undang-Undang berisi hal hal<br />
yang :</p>
<p>a. mengatur lebih lanjut ketentuan Undang-Undang Dasar Negara<br />
Republik Indonesia Tahun 1945 yang meliputi:<br />
1. hak-hak asasi manusia;<br />
2. hak dan kewajiban warga negara;<br />
3. pelaksanaan dan penegakan kedaulatan negara serta<br />
pembagian kekuasaan negara;<br />
4. wilayah negara dan pembagian daerah;<br />
5. kewarganegaraan dan kependudukan;<br />
6. keuangan negara,</p>
<p>b. diperintahkan oleh suatu Undang-Undang untuk diatur dengan<br />
Undang-Undang.</p>
<p>Itulah mengapa dalam setiap UU selalu disebut pasal UUD yang menjadi<br />
dasar tujuannya sebagaimana dalam (a), atau suatu UU lain sebagaimana<br />
dalam (b).</p>
<p>Dan UU ITE tidak menyebutkan pasal yang manapun.</p>
<p>Satu2nya UU yang HANYA menyebut pasal tentang cara pembentukan UU<br />
(pasal-pasal 5,20,21,22, dan 22A) dalam &#8216;mengingat&#8217; HANYALAH UU 10.<br />
2004 itu sendiri, karena memang itu Tujuannya.</p>
<p>Jadi, UU ITE secara hukum tidak memiliki tujuan yang diamanatkan oleh<br />
UUD, dan melanggar tata cara pembentukan UU sebagaimana diatur UU 10<br />
2004 yang merupakan amanat UUD.</p>
<p>Mengapa begitu?</p>
<p>Ini hanya dugaan, karena memang tidak tercantum dalam UU ITE, tapi<br />
jika dicantumkan maka pasal 28F UUD menyebutkan :</p>
<p>&#8216;Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi<br />
untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak<br />
untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan<br />
menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang<br />
tersedia.&#8217;</p>
<p>Ini yang semangatnya berbeda dengan UU ITE.</p>
<p>Tapi sekali lagi, ini hanyalah dugaan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam Hukum,</p>
<p>Referensi:</p>
<p>UUD 1945 dalam satu naskah:</p>
<p>http://www.indonesia.go.id/id/files/UUD45/satunaskah.pdf</p>
<p>UU ITE<br />
http://uuite.com/ (ini yg buat siapa ya? hehehe)</p>
<p>UU No.10 2004</p>
<p>http://www.rohukor.depkes.go.id/up_prod_uu/UU%2010-2004.pdf</p>
<p>Salinan Surat Pemblokiran Menkominfo No.84/M.Kominfo/04/08</p>
<p>http://images.nududy.multiply.com/attachment/0/R-d8jwoKCqoAABrNRqU1/surat%20pemblokiran.pdf?nmid=89738411</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=22&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/10/uu-ite-fenomena-pemblokiran-dan-judicial-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sedikit Pertanyaan tentang Warna</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/07/buta-warna/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/07/buta-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 03:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat pelajaran tentang warna di kelas Seni Rupa sewaktu kita sekolah dulu? Waktu SMP saya ingat diajarkan tentang warna. Pelajarannya sendiri menarik, karena tidak diajarkan hanya secara teori tapi juga langsung praktek dengan menggunakan cat air. Pada pelajaran tsb diterangkan tentang WARNA DASAR. Dijelaskan, bahwa Warna Dasar itu ada 3 : 1. Merah 2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=16&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih ingat pelajaran tentang warna di kelas Seni Rupa sewaktu kita sekolah dulu?</p>
<p>Waktu SMP saya ingat diajarkan tentang warna. Pelajarannya sendiri menarik, karena tidak diajarkan hanya secara teori tapi juga langsung praktek dengan menggunakan cat air.</p>
<p>Pada pelajaran tsb diterangkan tentang WARNA DASAR. Dijelaskan, bahwa Warna Dasar itu ada 3 :</p>
<p>1. Merah<br />
2. Kuning<br />
3. Biru</p>
<p>Kemudian kita diterangkan (sambil langsung mencoba di atas kertas) bahwa dari warna dasar itu dapat diperoleh warna2 lain :</p>
<p>1. Merah campur Kuning = Orange<br />
2. Merah campur Biru = Ungu<br />
3. Kuning campur Biru = Hijau</p>
<p>Subhanallah, saya senang sekali waktu itu. Ini logis, dan menyenangkan. Kemudian warna2 tersebut jika diteruskan akan diperoleh warna2 lain sampai diperoleh warna Hitam. Menarik.</p>
<p>Setelah kuliah, walaupun saya tidak masuk FSRD, saya sempat bermain2 dengan warna. Dan disini, saya mendapat penyadaran bahwa mungkin ada sesuatu yang salah dengan ilmu SMP saya itu.</p>
<p>Saya mendapati sistem warna yang menerangkan warna dasar sbb:</p>
<p>Pertama, sistem warna RGB, ini sistem warna cahaya. Dimana terdiri atas :</p>
<p>1. Merah (R)<br />
2. Hijau (G)<br />
3. Biru (B)</p>
<p>Selain itu ada juga sistem warna Cetak atau CMYK :</p>
<p>1. Cyan (C)<br />
2. Magenta (M)<br />
3. Yellow (Y)<br />
4. BlacK (K)</p>
<p>Nah, kok jadi berbeda? Dua sistem warna RGB dan CMYK saya percaya kebenarannya dan saya mengerti secara filosfis perbedaannya. RGB adalah sistem warna cahaya dimana kita memulai dari Hitam Sempurna dan diakhiri Putih sempurna. Sedangkan CMYK kebalikannya, kita memulai dari Kertas Putih yang diakhiri dengan Hitam Sempurna.</p>
<p>Jika diperbandingkan, sistem warna yang diajarkan sewaktu SMP itu mungkin adalah gado2 dari RGB dan CMYK, dimana secara filosofis, itu mengikuti CMYK yang memulai dari Putih dan berakhir di Hitam, namun elemen dasarnya mengikuti RGB dengan sedikit modifikasi yaitu RGB menjadi RYB.</p>
<p>Tadinya saya berharap, hanya sekolah saya yang mengajarkan sistem warna gado2 ini. Tapi setelah dikonfirmasi ke teman2 yang lain jawabannya sama, mereka juga diajarkan sistem RYB ini. Bagaimana ini?<br />
Ini mungkin sepele, tapi saya khawatir Bangsa ini bisa buta warna terus2an. Dan bisa berlanjut ke Buta2 yang lain..</p>
<p>Mohon masukan juga dari teman2 yang lebih piawai dalam warna-mewarna.</p>
<p>Salam Warna,</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=16&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/07/buta-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebenaran tidak absolut. Paradoks-Relative</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/03/kebenaran-tidak-absolut-paradoks-relative/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/03/kebenaran-tidak-absolut-paradoks-relative/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 21:32:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kadang yang disebut &#8216;Kebetulan&#8217; itu tidak masuk akal. Tapi faktanya, Kebetulan (coincidence) itu seringkali menghampiri kita. Kejadiannya adalah ketika saya sedang membaca buku Laskar Pelangi sambil membuka milis yang membahas filsafat. Dimilis tsb ada yang bertutur tentang Relativisme : &#8220;Di dalam zaman modern ini manusia seakan kehilangan kompas nuraninya susah untuk mengatakan mana jalan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=17&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang yang disebut &#8216;Kebetulan&#8217; itu tidak masuk akal. Tapi faktanya, Kebetulan (coincidence) itu seringkali menghampiri kita.</p>
<p>Kejadiannya adalah ketika saya sedang membaca buku Laskar Pelangi sambil membuka milis yang membahas filsafat. Dimilis tsb ada yang bertutur tentang Relativisme :</p>
<p>&#8220;<em>Di dalam zaman modern ini manusia seakan kehilangan kompas nuraninya<br />
susah untuk mengatakan mana jalan yang benar atau yang salah<br />
seakan-akan kebenaran hanya bisa dimiliki dan dipraktekan secara<br />
individual dan kesalahan menjadi suatu aib yang sangat bermuatan<br />
seakan-akan semua hal bisa dijustifikasi, seperti dalam alunan lagu<br />
&#8220;anything goes&#8221; yang terdengar dalam opening scenenya film indiana<br />
jones and the temple of doom</p>
<p>Di saat kita menyadari cara-cara yang lebih pandai untuk memuaskan<br />
keraguan di dalam diri kita sadar atau tidak terjadi pula perubahan<br />
presepsi dalam menentukan prihal penilaian fundamental, yaitu baik dan<br />
buruk, metodologi berfikir kita bak pedang bermata dua satu segi ia<br />
menyelesaikan permasalahan di lain segi ia menimbulkan permasalahan<br />
sehingga membuat kita terbelengggu dalam siklus kontradiksi yang abadi<br />
seperti dilustrasikan dalam kutipan jj. Rosseau &#8221; man is born free<br />
and everywhere he is in chains….&#8221;</p>
<p>Fenomena terkurung dalam siklus kontradiksi yang abadi tersebut,<br />
mempunyai akibat yang lebih komprehensif pada indivisu-individu yang<br />
mempunyai karakter (aktualisasi jatidiri)atau dengan kata lain<br />
individu yang sudah fasih mensistemasikan nilai-nilainya menjadi<br />
ide/gagasan untuk kemudian diaktualisasikan menjadi sikap, mengapa<br />
siklus kontradiksi yang abadi lebih cenderung mengikat<br />
individu-individu yang berkarakter daripada yang tidak, mungkin hal<br />
ini disebabkan oleh karena sebagian besar individu-individu tersebut<br />
mempunyai kebiasaan merefleksikan nilai-nilai berfikir diri mereka<br />
secara lebih pro aktif dibandingkan dengan manusia yang belum<br />
berkarakter yang cenderung pasif, alhasil manusia yang berkarakter<br />
tersebut berbenturan dengan apa yang saya namakan tabir pahit ilmu<br />
pengetahuan zaman modern ini yaitu ideologi relativisme, yang<br />
mempunyai pandangan bahwa kebenaran absolut itu tidak ada semua<br />
mempunyai potensi yang sama untuk mendapatkan kebenaran, setiap<br />
manusia telah ditentukan menurut relativisme untuk menentukan peluang<br />
untuk mendapatkan peluang mereka sendiri, di sisi lain relativisme<br />
tidak dapat merumuskan cara mendapatkan peluang untuk mendapatkan<br />
peluang tersebut sehingga menjerumuskan kita pada ketidakpastian dalam<br />
ketidakpastian, relativisme menawarkan solusi tanpa solusi, karena<br />
kesemuanya bersifat relatif.</p>
<p>Disinilah letak permasalahan fundamental ilmu pengetahuan modern, ia<br />
pun tidak lagi bisa memberi batasan yang jelas mengenai apa yang<br />
benar dan apa yang salah sehingga kemungkinan sangat luas untuk<br />
terjebak dalam sistematika refleksi pemikiran intelektual mereka<br />
sendiri, oleh karena itu banyak pemikir-pemikir zaman modern yang<br />
berputar-putar tanpa arah dalam alam berfikir mereka sendiri dan pada<br />
akhirnya mengabaikan nilai benar atau salah dalam parameter baik dan<br />
buruk menukarnya dengan berguna atau tidak berguna sebagai parameter<br />
menentukan baik dan buruk guna sekedar sebagai jalan pintas , inilah<br />
biang keladi yang menurut hemat saya yang menyebabkan daripada<br />
keblingeran pola berfikir zaman modern , bukan masalah adil atau<br />
tidak susila atau asusila benar atau salah namun permasalahan hanya<br />
semata berfokus pada berguna atau tidak (cost and bennefit), trik<br />
tersebut dipakai sebagai jalan pintas kebuntuan intelektual oleh<br />
karena hal ini ilmu pengetahuan modern tidak bisa menjawab<br />
validitasnya secara menyeluruh ia hanya mampu mempertahankan<br />
validitasnya bagian demi bagian, yang semestinya satu bagian yang<br />
koheren sekarang di pecah-pecah dan satu sama lain terkadang saling<br />
berkontradiksi.</p>
<p>Benar menurut kamu bukan menurut saya, benar di kebudayaan kamu bukan<br />
di kebudayaan saya menjadi penggalan kalimat-kalimat yang aneh yang<br />
sering sekali kita temui, kalimat tersebut menjadi aneh karena pada<br />
hakikatnya nilai kebenaran sendiri bersifat absolut tidak boleh<br />
sesat, kesesatan penalaran seperti terlihat di awal kalimat paragraf<br />
inilah yang mengurung kita kedalam kontradiksi abadi, menjadikan ilmu<br />
pengetahuan keluar dari esensinya, sebagai sumber pengetahuan,<br />
modernitas dalam bentuk ekstrim bahkan menyerang validitas subjek<br />
seperti yang dilakukan permikir-pemikir post modernist, seperti<br />
kutipan perkataan dari pemikir post modernist jaques derida sang<br />
peolpor filosofi dekonstruksi &#8220;to pretend I actualy do the thing: I<br />
have therefore pretend to pretend&#8221;,now whos to say your right or wrong???</em>&#8220;</p>
<p>Menarik. Kita sering mendengar ini. Bahwa Kebenaran itu seringkali Relatif.. dst. Nah, kebetulannya adalah ketika saya membaca Laskar Pelangi, saya menemukan cerita tentang Paradoks dan Relatif. Ini dapat menjelaskan lebih lanjut pemahaman mengenai hal ini. Sehingga saya kemudian menjawab posting diatas sbb:</p>
<p><em>Yang dipaparkan dibawah lebih tepat disebut Paradoks, yaitu Kebenaran<br />
menurut Sudut Pandang. Ini yang digagas oleh Newton.</p>
<p>Kemudian baru Einstein menawarkan Relativisme, yaitu Kebenaran<br />
Relatif akibat parameter Waktu. Dalam kerangka topik ini, Kebenaran<br />
yang dianggap Benar itu ya untuk Saat ini. Yang dulu dianggap Benar<br />
sekarang mungkin bisa jadi Salah. Yang Saat ini Benar, Di Masa Depan<br />
akan jadi Salah.</p>
<p>Kalau Digabungkan, Kebenaran yang Tidak Absolut itu akhirnya<br />
disebabkan oleh Sudut Pandang Penilai, dan Pada Domain Waktu dimana<br />
ia Menilai.</p>
<p>Sampai saat ini, belum ada terminologi baru tentang Kebenaran Tidak<br />
Absolut yang ditawarkan. Ada yang berminat?</p>
<p>Salam Kebenaran,</em></p>
<p>Kebetulan yang lain adalah dari situs pertemanan Friendster. Besoknya, saya menemukan ada salah seorang teman saya dengan shout-out demikian :</p>
<p>&#8220;<em>Can anyone describe a detail meaning of Paradox ?? Can it come in one package ??</em>&#8220;</p>
<p>Saya jadi terbiasa dengan Kebenaran Paradoks-Relative ini sehingga saya beri Komentar :</p>
<p><em>Posted 04/3/2008 4:31 am<br />
&#8220;Paradoks adalah Kebenaran Tidak Absolut yang diakibatkan oleh Perbedaan Sudut Pandang Pengamat. Ini adalah jenis kebenaran tidak absolut yang digagas oleh Newton.</p>
<p>Kemudian Einstein menawarkan Relativisme, yaitu Kebenaran Tidak Absolut yang diakibatkan oleh hadirnya parameter Waktu.</p>
<p>Jika digabungkan, maka kebenaran tidak absolut itu diakibatkan oleh adanya perbedaan sudut pandang pengamat dan domain waktu kapan ia dinilai. </p>
<p>Sedangkan Kebenaran Absolut itu hanyalah Tuhan. </p>
<p>Diluar itu, sekeras2nya logika manusia hanya akan mencapai Kebenaran Paradoks-Relative.</p>
<p>Set daaaah, knp lo nanya2 paradoks &#8212;- ?</em>&#8220;</p>
<p>Diluar Kebenaran apakah yang kita dapat, Absolut atau Paradoks-Relative, saya menemukan Kebenaran yang lain : Kebetulan (Coincidence) itu memang ada.</p>
<p>Salam Kebetulan,</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=17&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/04/03/kebenaran-tidak-absolut-paradoks-relative/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Friksi vs Kelembaman. Sebuah paradoks?</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/24/friksi-vs-kelembaman-sebuah-paradoks/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/24/friksi-vs-kelembaman-sebuah-paradoks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 03:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Dari sebuah perbincangan di milis yang awalnya mempertanyakan &#8216;apakah Sains itu serius?&#8217; sampai pada sebuah argumen banyaknya hal2 di sains yang terlihat tidak tepat. Antara lain tentang hubungan antara friksi (gesekan) dengan kelembaman (inersia) suatu benda. &#8230;. semacam kenapa sih ada prinsip kelembaman yang menyebabkan mobil gede kalo ngerem sulit di stop, trus kan harusnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=15&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sebuah perbincangan di milis yang awalnya mempertanyakan &#8216;apakah Sains itu serius?&#8217; sampai pada sebuah argumen banyaknya hal2 di sains yang terlihat tidak tepat. Antara lain tentang hubungan antara friksi (gesekan) dengan kelembaman (inersia) suatu benda.</p>
<p><em>&#8230;.<br />
semacam kenapa sih ada<br />
prinsip kelembaman yang menyebabkan<br />
mobil gede kalo ngerem sulit di<br />
stop, trus kan harusnya ada gaya friksi<br />
yang nilainya sebanding dengan masa<br />
benda dst dst..<br />
&#8230;.</em></p>
<p>Sepintas hal diatas terlihat sebagai sebuah paradoks. Mengapa mobil dengan massa yang lebih besar tidak terbantu dalam hal pengereman, padahal seharusnya gaya geseknya meningkat seiring dengan peningkatan massanya?</p>
<p>saya coba ingat2 kembali pelajaran SMA kelas 1, dan ternyata dapat dijelaskan dengan -sedikit agak rumit- :</p>
<p><em>Gw tertarik sama yg ini. </p>
<p>Menurut gw, gak ada yg bertentangan. Kelembaman tetap<br />
berlaku, Friksi tetap berlaku.</p>
<p>Dalam rangka mengerem kendaraan, ada 2 Friksi yang<br />
utama :</p>
<p>1. Friksi Rem terhadap Ban.</p>
<p>2. Friksi Ban terhadap Jalan.</p>
<p>Sebenarnya, kita juga sama2 tahu. Kegagalan mengerem<br />
biasanya adalah pada Friksi yang kedua. Rem sudah<br />
sukses berat memberhentikan Ban, tapi Ban gagal total<br />
memberhentikan posisi relatifnya terhadap Jalan. Dan<br />
untuk Mobil dengan massa yang lebih besar, hal ini<br />
malah memperparah. Gain yg dia peroleh dari gaya<br />
normalnya, menghasilkan friksi yang masih terlalu<br />
kecil untuk memberhentikan dirinya.</p>
<p>Dalam bahasa engineering, maka hal inilah yang<br />
memunculkan teknologi ABS. Gak perlu diterangin ya,<br />
kan kita sama2 ITB <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Atau, jika tidak membawa2 teknologi ABS, kembalikan<br />
saja ke rumus2 asalnya. (anak ITB sukanya pake rumus<br />
kan ya? hehe..)</p>
<p>Ff = mju * N </p>
<p>atau </p>
<p>Ff = mju * M . g</p>
<p>dimana :</p>
<p>Ff = Friction Force </p>
<p>mju = Coefficient of Friction </p>
<p>N = Normal Force</p>
<p>M = Mass</p>
<p>g = Coefficient of Gravity</p>
<p>Sepintas, memang untuk mju dan g yang sama tapi beda<br />
massa maka Mobil dengan massa lebih besar akan<br />
mempunyai benefit dari Normal Force nya yang<br />
berbanding lurus dengan massanya sehingga dia lebih<br />
mudah berhenti. Tapi, mengapa oh mengapa dia tetap<br />
menabrak? </p>
<p>Perhatikan, sistem kita adalah mobil, bukan sekedar<br />
ban, rem dan jalan.</p>
<p>Secara lengkap, dengan mobil sebagai sistem seharusnya<br />
ditulis:</p>
<p>Ff = Fc</p>
<p>dimana :</p>
<p>Ff = Friction Force</p>
<p>Fc = Car Force</p>
<p>Friction Force adalah gaya gesek yang sudah kita bahas<br />
panjang lebar diatas dengan komponennya masing2.</p>
<p>Car Force adalah gaya mobil yang harus dilawan untuk<br />
membuat dia berhenti, dalam hal ini adalah perkalian<br />
antara MASSA dirinya dan PERLAMBATAN yang diinginkan.<br />
Perlambatan ini adalah nilai yang kita tentukan untuk<br />
menganggap aman jarak yang dibutuhkan. Dan nilai<br />
perlambatan ini adalah INDEPENDEN terhadap massa<br />
mobil. Artinya, kita sendiri yang menentukan nilainya.</p>
<p>Seharusnya ini tidak rumit, tapi saya coba jelaskan<br />
agar lebih rumit. Soal Cerita di UMPTNnya adalah :</p>
<p>Ada mobil Starlet dengan massa 1 Ton dan Truk dengan<br />
massa 8 Ton dengan kecepatan awal sama2 100 km/jam.<br />
Standar keamanan meminta mereka untuk dapat berhenti<br />
dalam jarak 50 meter. Apakah perlambatan yang mereka<br />
butuhkan sama? Tolong dibuktikan.</p>
<p>Maka, hukum2 fisika yang indah dan di utak-atik oleh<br />
orang matematika itu menjelaskan dengan rumus :</p>
<p>Vt = Vo &#8211; a.t </p>
<p>dimana :</p>
<p>Vt = Kecepatan akhir, dalam hal ini adalah 0 km/jam<br />
utk starlet dan Truk.</p>
<p>Vo = Kecepatan awal, dalam hal ini sama2 100 km/jam</p>
<p>a = PERLAMBATAN yg terkenal seantero jagat itu</p>
<p>t = waktu yang dibutuhkan selama perlambatan.</p>
<p>Untuk nilai Vt = 0 yang berlaku sama pada starlet<br />
maupun Truk, maka kita akan mendapatkan :</p>
<p>Vo = a . t</p>
<p>dan demi keadilan bagi seluruh rakyat, maka kita sudah<br />
menentukan Vo starlet dan Truk adalah sama, sehingga :</p>
<p>a . t (starlet) = a . t (Truk)</p>
<p>&#8230;&#8230;.</p>
<p>dari sini kita belum mendapat kesimpulan bahwa<br />
PERLAMBATAN yang dibutuhkan starlet dan Truk adalah<br />
sama, karena masih ada faktor t nya. Setan masih bisa<br />
menggoda kita dengan mengatakan bisa saja Truk punya<br />
perlambatan yang lebih besar dan waktu yang lebih<br />
kecil. Tapi, kita sudah mendapat secercah petunjuk<br />
bahwa komponen Massa tidak hadir disini. Selanjutnya,<br />
gunakan informasi berikutnya, Jarak.</p>
<p>S = Vo.t &#8211; (1/2 . a . t^2)</p>
<p>dimana : (seharusnya sih masih ingat ya)</p>
<p>S = Jarak (yang dibutuhkan dari Kecepatan awal sampai<br />
berhenti)</p>
<p>Vo = Kecepatan awal</p>
<p>t = Waktu (yang dibutuhkan dari Kecepatan awal sampai<br />
berhenti)</p>
<p>a = perlambatan</p>
<p>Sekali lagi Perhatikan, tidak ada komponen MASSA<br />
disini.</p>
<p>Sekarang, karena S starlet dan Truk adalah sama, maka<br />
:</p>
<p>Vo.t = (1/2 . a . t^2)</p>
<p>Kemudian Vo starlet dan Truk juga sama. Maka Vo kita<br />
jadikan saja koefisien C :</p>
<p>C . t = (1/2 . a . t^2) dgn C adalah sama utk Starlet<br />
dan Truk.</p>
<p>sehingga,</p>
<p>2C . t = a  t^2</p>
<p>dan</p>
<p>2C = a . t </p>
<p>dan</p>
<p>a = 2 C / t , sederhanakan 2 C menjadi C atau 1 saja<br />
karena ini hanyalah koefisien yang sama.</p>
<p>maka a = 1 / t</p>
<p>Sayangnya, kita kembali mendapatkan a . t (starlet) =<br />
a . t (Truk).</p>
<p>dan sekali lagi kita belum berhasil membuktikan<br />
langsung bahwa a starlet = a truk.</p>
<p>Sampai disini saya hampir menyerah untuk mencoba<br />
menjelaskan dengan soal cerita diatas. Tapi, Takdir<br />
membimbing kita dengan menuntun kita ke masalah kita<br />
sendiri, kembali ke permasalahan semula :</p>
<p>Ff = Fc</p>
<p>mju * N = M . a </p>
<p>mju * g . M = M . a</p>
<p>masukkan parameter masing2 M utk starlet dan Truk</p>
<p>Untuk Starlet, </p>
<p>a starlet = mju * g</p>
<p>Untuk Truk, </p>
<p>a Truk = mju * g</p>
<p>dari sini , a starlet = a Truk !!!</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Subhanallah. Puji Tuhan.</p>
<p>Dengan mendapatkan a starlet = a Truk, maka kembali ke<br />
soal cerita UMPTN, maka kita mendapatkan<br />
t starlet = t Truk.</p>
<p>Ini menjelaskan semuanya.</p>
<p>Untuk kecepatan awal dan target jarak berhenti yang<br />
sama, maka mobil dengan Massa yang berbeda membutuhkan<br />
perlambatan dan waktu yang SAMA..</p>
<p>Secara sederhana, dengan kata2 bisa dijelaskan sebagai<br />
berikut :</p>
<p>&#8220;Mobil dengan massa yang lebih besar memang memiliki<br />
gaya gesek yang lebih besar. Tapi Gaya Gesek yang<br />
Dibutuhkan untuk membuat dia berhenti juga lebih<br />
besar. Dan kenaikan nilai kedua hal ini secara ideal<br />
adalah proporsional.&#8221;</p>
<p>Semoga penjelasan yang singkat ini bisa membantu.</p>
<p>Salam gesek,</em></p>
<p>Ternyata, walaupun di kuliah berantakan, ilmu  dari SMA sudah cukup menjawab.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=15&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/24/friksi-vs-kelembaman-sebuah-paradoks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebijakan Energi Nasional</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/16/kebijakan-energi-nasional/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/16/kebijakan-energi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 00:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan Energi Nasional Berbicara Perundangan, Peraturan Presiden No.50 2006 (bukan Peraturan Pemerintah) sudah mengamanatkan alokasi energi s/d tahun 2025, yaitu: 1) Minyak bumi menjadi kurang dari 20% (dua puluh persen). 2) Gas bumi menjadi lebih dari 30% (tiga puluh persen). 3) Batubara menjadi lebih dari 33% (tiga puluh tiga persen). 4) Bahan bakar nabati (biofuel) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=13&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebijakan Energi Nasional</p>
<p>Berbicara Perundangan, Peraturan Presiden No.50 2006 (bukan Peraturan<br />
Pemerintah) sudah mengamanatkan alokasi energi s/d tahun 2025, yaitu:</p>
<p>1) Minyak bumi menjadi kurang dari 20% (dua puluh persen).<br />
2) Gas bumi menjadi lebih dari 30% (tiga puluh persen).<br />
3) Batubara menjadi lebih dari 33% (tiga puluh tiga persen).<br />
4) Bahan bakar nabati (biofuel) menjadi lebih dari 5% (lima persen).<br />
5) Panas bumi menjadi lebih dari 5% (lima persen).<br />
6) Energi baru dan energi terbarukan lainnya, khususnya biomassa,<br />
nuklir,<br />
tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin menjadi lebih dari 5% (lima<br />
persen).<br />
7) Batubara yang dicairkan (liquefied coal) menjadi lebih dari 2%<br />
(dua persen).</p>
<p><a href="http://www.setneg.go.id/components/com_perundangan/   docviewer.php?id=44&amp;filename=5.pdf">Peraturan Presiden No 50 tahun 2006</a><br />
(Bab II Pasal 2)</p>
<p>Dari Perpres ini kita lihat, alokasi terbesar yang ingin dicapai<br />
Pemerintah adalah energi dari Batubara dan Gas. Dan, Energi Nuklir<br />
sebenarnya HANYA diinginkan sekitar 5% dari alokasi Energi Nasional.<br />
Disini, saya sangat sependapat. Mari kita lihat dari sudut pandang :</p>
<p>1. Cadangan Energi / Kapasitas</p>
<p>Menurut proyeksi ESDM, cadangan masing2 energi adalah:</p>
<p><a href="http://download.esdm.go.id/files/Blue%20Print%20PEN/  Blueprint_PEN_updated_new.pdf">Blueprint ESDM</a></p>
<p>Minyak Bumi: (tinggal) 18 tahun</p>
<p>Gas: (masih)61 tahun</p>
<p>Batubara: (masiiiiih) 147 tahun</p>
<p>Nuklir: ? sejauh yang saya dapat informasinya yg potensial baru<br />
didaerah Kalan-Kalbar (hanya) utk cadangan 11 tahun. Dan kemungkinan<br />
besar, kita akan impor Uraniumnya. Jika anda pendukung Energi Nuklir,<br />
tolong berikan informasi lain.</p>
<p>2. Kepemilikan</p>
<p>Minyak Bumi: Blok2 minyak kita sudah sebagian besar menjadi milik<br />
asing. Relakan saja itu menjadi sejarah manis Orde Baru. Ingat, kita<br />
adalah bangsa yang pelupa dan pemaaf. Santai saja.</p>
<p>Gas: Amankan kontrak2 baru. Belajarlah dari sejarah. Utamakan dalam<br />
negeri.</p>
<p>Batubara: Amankan kontrak2 baru. Belajarlah dari sejarah. Utamakan<br />
dalam negeri.</p>
<p>Nuklir: Jika (dan hanya jika) memang kita negara kaya Uranium,<br />
rekomendasi sama seperti diatas.</p>
<p>3. Penguasaan Teknologi</p>
<p>Minyak Bumi : Bahkan alumni2 kita yang sudah berkecimpung lama di<br />
Minyak menilai tingkat teknologi, investasi dan risiko bermain di<br />
minyak terlalu tinggi utk dikejar bangsa ini. Saya SETUJU. Lupakan<br />
minyak, ketika kita sudah merasa bisa menguasai teknologinya mungkin<br />
minyak sudah habis.</p>
<p>Gas : Saya tidak berkecimpung di Gas, tapi dugaan saya tingkat<br />
penguasaan teknologi yang diperlukan dalam eksplorasi dan proses<br />
pengolahan energi Gas berada dibawah Minyak Bumi dan diatas Batubara.</p>
<p>Batubara : Seharusnya, ini yang paling mudah. Mulai dari mengambil,<br />
proses dan transportasi. Bahkan PLTU yang coal pulverizer nya<br />
kemasukan batu kali yang terbawa dari truk pengangkut batubara masih<br />
bisa berfungsi.</p>
<p>Nuklir : Terimakasih. Saya tidak ingin mengecilkan peneliti2 kita yg<br />
berkecimpung di nuklir, tapi saya sudah terbayang kita akan sangat<br />
tergantung kepada luar negeri. Secara teoritis kita mungkin<br />
menguasai, tapi kembali ke dunia nyata, komponen2 PLTN tidak bisa<br />
kita buat. Jika komponen PLTG dan PLTU saja kita masih sangat banyak<br />
tergantung luar negeri, apalagi PLTN? kata kuncinya adalah Material.</p>
<p>Jadi, mengapa kita masih ingin PLTN?</p>
<p>Sebagai engineer saya tidak takut dengan risiko PLTN. Tapi sebagai<br />
bangsa, rekomendasi saya adalah MANFAATKAN SEBESAR2NYA BATUBARA. Dari<br />
semua alternatif energi diatas, secara sederhana Batubaralah yang<br />
paling potensial menjadi tulang punggung energi kita. Itu adalah<br />
anugerah Tuhan didepan mata yang tinggal kita ambil dan pakai!<br />
Syukurilah..</p>
<p>Lupakan kesalahan yang telah kita perbuat pada minyak bumi. Amankan<br />
semua kontrak kerjasama Batubara, Kuasai teknologi yang berhubungan<br />
dengan energi Batubara mulai dari penambangan sampai komponen<br />
PLTUnya, jika itu kita kerjakan, maka dari batubara saja insya allah<br />
kita akan sejahtera.</p>
<p>Btw, sekarang sudah keluar UU No.30 2007 tentang energi yang akan<br />
segera dibuat Peraturan Pemerintah untuk melaksanakannya.</p>
<p><a href="http://www.setneg.go.id/components/com_perundangan/  docviewer.php?id=1766&amp;filename=UU_no_30_th_2007.pdf">UU No 30 tahun 2007</a></p>
<p>Dalam UU ini sudah di isyaratkan pembentukan Dewan Energi Nasional<br />
(DEN). Kemudian, jika kita lihat pasal 6 UU ini, ada yang disebut<br />
Krisis Energi. Pasal ini suatu saat bisa digunakan oleh DEN utk<br />
justifikasi bahwa bangsa ini butuh PLTN <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Padahal krisis energi<br />
tidak perlu terjadi jika kita memanfaatkan sebesar2nya batubara bagi<br />
kemakmuran rakyat.</p>
<p>Salam Energi,</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=13&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/16/kebijakan-energi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Takdir</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/04/tentang-takdir/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/04/tentang-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 03:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[KeTuhanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini tidak dimaksudkan untuk bermain2 dengan filsafat keTuhanan, tapi karena faktanya bangsa ini adalah bangsa yang berTuhan (sila 1 Pancasila) maka tidak ada salahnya juga memasukkan warna keTuhanan disini. Dari sebuah milis dipertanyakan tentang Takdir. Pertanyaannya sbb: Mengapa kita harus berusaha kalau kenyataannya hasil dari semua yang kita lakukan adalah ditentukan oleh Tuhan? Dengan begitu Tuhan berarti sudah menentukan siapa saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=14&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini tidak dimaksudkan untuk bermain2 dengan filsafat keTuhanan, tapi karena faktanya bangsa ini adalah bangsa yang berTuhan (sila 1 Pancasila) maka tidak ada salahnya juga memasukkan warna keTuhanan disini.</p>
<p>Dari sebuah milis dipertanyakan tentang Takdir. Pertanyaannya sbb:</p>
<p><em>Mengapa kita harus berusaha kalau kenyataannya hasil dari semua yang<br />
kita lakukan adalah ditentukan oleh Tuhan?<br />
Dengan begitu Tuhan berarti sudah menentukan siapa saja yang berhasil<br />
dan siapa saja yang gagal!!! </em></p>
<p>Saya langsung terpikir bahwa biasanya petanyaan semacam ini dijawab dengan menjelaskan konsep Takdir menurut agama. Diterangkan ayat2nya, dijelaskan hadis2nya dan juga ijtihad2 para pemikir mengenai takdir. Itu bisa, tapi itu menurut saya tidak kena. Jika yang bertanya adalah seorang atheis, bagaimana dia percaya Takdir dengan diterangkan ayat2 Tuhan jika ia sendiri belum percaya Tuhan?</p>
<p>Karena itu saya menjawab sbb :</p>
<p><em>Ada 2 Cara menjawab pertanyaan seperti ini.</p>
<p>Pertama, dengan menjelaskan tentang Takdir menurut agama.</p>
<p>Cara ini dengan menggunakan dalil kitab suci dan ijtihad para<br />
pemikir, pemahaman kita dst.. dan percayalah ini akan menjadi panjang.</p>
<p>Kedua, dengan mengembalikan kepada kepercayaan kita kepada Tuhan.</p>
<p>Saya lebih suka yang ini. Pertanyaannya mudah. apakah kita percaya<br />
Tuhan? Jika tidak, maka kita tidak perlu berdebat tentang takdir.<br />
Tapi jika ya, kita pun ternyata tidak perlu lagi mempertanyakan<br />
tentang kebijakan Tuhan mengenai Takdir.</p>
<p>Kalau dalam bahasa matematis, Takdir hanyalah salah satu turunan dari<br />
konsep keberagamaan. Dan Awal utamanya adalah kepercayaan kepada<br />
Tuhan. Jika kita percaya pada yang dasar, maka turunannya pun harus<br />
percaya. Beragama itu satu paket. Gak bisa percaya Tuhan doang tapi<br />
gak percaya Takdir.</p>
<p>Salam Takdir,</em></p>
<p>Nah, seperti dugaan saya, beberapa orang kemudian menjawab dengan menyitir hadis..</p>
<p><em>nabi tetap bilang berusahalah karena tiap kita dimudahkan untuk<br />
melakukan apa yang telah menjadi takdirnya</p>
<p>ini haditsnya</p>
<p>Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata:<br />
Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui<br />
orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi<br />
penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya<br />
lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw.<br />
menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah<br />
menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789)</em></p>
<p>Ini maksudnya baik, tapi bagi orang2 atheis yang belum percaya Tuhan, hadis yang pemahamannya<br />
membutuhkan tingkat keimanan yg tinggi seperti ini merupakan pintu masuk bagi pertanyaan2 berikutnya. Dan terjadilah :</p>
<p><em>Kalian bilang sudah ditentukan siapa yang masuk surga dan siapa saja<br />
yang masuk neraka!?<br />
jadi, misal ada seseorang yang ditkdirkan masuk neraka!<br />
percuma saja donk kalau dia beramalpun tetap akan masik neraka!!!<br />
dimana letak keadilan Tuhan?????</em></p>
<p>Kemudian dengan sedikit mengalah saya coba jelaskan kembali Takdir dari sisi Logika dan Agama.<br />
(trying to covering both side as a principal of profesionall journalism) :</p>
<p><em>Makanya saya kurang senang jika menjawab Takdir ini dengan ayat atau<br />
hadis. Bisa jadi panjang. Kalau dengan solusi yang saya tawarkan<br />
harusnya sudah selesai kan?</p>
<p>Mengapa tidak mencoba menggugurkan dulu pemahaman ini secara logika ?</p>
<p>&#8220;Takdir hanyalah salah satu turunan dari<br />
konsep keberagamaan. Dan Awal utamanya adalah kepercayaan kepada<br />
Tuhan. Jika kita percaya pada yang dasar, maka turunannya pun harus<br />
percaya. Beragama itu satu paket. Gak bisa percaya Tuhan doang tapi<br />
gak percaya Takdir.&#8221;</p>
<p>Silahkan digugurkan disitu dulu.</p>
<p>Tapi jika ingin kembali ke cara ayat dan hadis :</p>
<p>Hadis ini yang mungkin jadi masalah,</p>
<p>Hadis riwayat Imran bin Hushain ra., ia berkata:<br />
Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui<br />
orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi<br />
penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya<br />
lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw.<br />
menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah<br />
menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789)</p>
<p>(Semoga saja beneran sahih ya, capek2 nafsirin kalo gak sahih males<br />
juga)</p>
<p>penafsiran saya adalah:</p>
<p>Ketika Rasulullah mengatakan &#8220;Ya&#8221;, itu artinya Takdir siapa yang<br />
masuk ke Surga dan Neraka itu sudah ditentukan dalam artian Tuhan<br />
sudah mentakdirkan Kriteria atau Penilaian siapa yang akan masuk ke<br />
Neraka atau Surga. Misalnya, orang yang di Ridhoi Tuhan maka<br />
Takdirnya adalah masuk surga, dan org yang mengkhianati Tuhan maka<br />
Takdirnya adalah masuk neraka. Dan ikhtiar kita adalah bagaimana kita<br />
berada dalam golongan org2 yang diridhoi Tuhan.</p>
<p>Sekarang, mengapa Rasulullah tidak dengan tegas mengatakan &#8216;Tidak&#8217;<br />
jika dikhawatirkan penafsirannya bisa bermacam2? Saya melihat ada 2<br />
alasan Rasulullah disini:</p>
<p>1. Motivasi</p>
<p>Jika Rasulullah dengan tegas mengatakan Tidak, maka sifat dasar<br />
manusia akan membawanya ke jalan Kemalasan. Tugas Rasulullah adalah<br />
menjauhkan dari kondisi buruk yang bisa terjadi ini.</p>
<p>2. Berfikir.</p>
<p>Dapat dilihat pertanyaannya sendiri abu2 dan dapat dijawab secara<br />
diplomatis seperti yang Rasulullah katakan. Jika Rasulullah menjawab<br />
lebih panjang kira2 akan seperti ini : &#8220;Ya. Sudah diketahui orang<br />
yang ditakdirkan masuk surga adalah org yang begini2.. dan yang<br />
ditakdirkan masuk neraka adalah yg begitu2..&#8221; Tapi Rasulullah hanya<br />
menjawab &#8220;Ya&#8221; untuk mengajak kita berfikir. Dan seperti kita ketahui,<br />
Berfikir adalah salah satu jalan untuk mencapai Ridho Tuhan yang<br />
merupakan salah satu kriteria masuk surga tsb.</p>
<p>Letak keadilan Tuhan adalah dia memberi reward yang manis bagi mereka<br />
yang berikhtiar dan berfikir untuk mencapai Ridhonya.</p>
<p>Salam Fikir,</em></p>
<p>Setelah itu, tidak muncul lagi pertanyaan selanjutnya. Dan tanggung jawab yang bertanya seharusnya ia mencoba menggugurkan Takdir juga dari logika yang tidak ia lakukan.</p>
<p>Jika ada tanggapan selanjutnya dari milis tsb, akan saya posting kembali disini.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=14&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/03/04/tentang-takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Moral dan budaya Korupsi.</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/02/25/moral-dan-budaya-korupsi/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/02/25/moral-dan-budaya-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 10:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah respon2 yang muncul dari tulisan Korporasi Nasional vs Imperialisme Korporasi. Pertanyaan -yang sangat2 sering muncul- adalah : &#8216;Bagaimana dengan budaya Korupsi? Bagaimana dengan Moral? apakah kita sebaiknya tidak membenahi ini dulu? baru Bangsa ini bisa maju? .. Jawaban saya terhadap pertanyaan2 semacam ini adalah : Moral. itu pilihan yg enak utk dikunyah. Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=19&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah respon2 yang muncul dari tulisan Korporasi Nasional vs Imperialisme Korporasi. Pertanyaan -yang sangat2 sering muncul- adalah : &#8216;Bagaimana dengan budaya Korupsi? Bagaimana dengan Moral? apakah kita sebaiknya tidak membenahi ini dulu? baru Bangsa ini bisa maju? ..</p>
<p>Jawaban saya terhadap pertanyaan2 semacam ini adalah :</p>
<p><em>Moral. itu pilihan yg enak utk dikunyah.</p>
<p>Jika negara ini benar moralnya. jika negara ini bebas<br />
korupsi. Jika pemimpin di negara ini amanah. Jika<br />
setiap rakyat memiliki niat yang suci.</p>
<p>Tapi tidak mengerti teknologi. Tidak tahu bagaimana<br />
merubah minyak menjadi bensin. Tidak tahu bagaimana<br />
membuat piston. Tidak tahu bagaimana membuat<br />
pembangkit yang dapat memanfaatkan batubara menjadi<br />
listrik. Tidak tahu bagaimana mengolah biji kopi<br />
menjadi secangkir kopi yg enak dan bisa dijual di<br />
kedai kopi starbucks..</p>
<p>Selamanya kita akan dlm posisi korban Imperialisme<br />
Korporasi.</p>
<p>Negara yang bebas korupsi dan bermoral tinggi memang<br />
ideal dan menyenangkan. Tapi itu utopia. Perang yang<br />
kita hadapi sekali lagi adalah Perang Ekonomi. dan<br />
seperti gw ulas panjang lebar solusinya secara praksis<br />
adalah dlm bentuk Korporasi Nasional, yg berteknologi.</p>
<p>Ini bukan eufimisme, tapi ada satu prinsip lagi: Tidak<br />
ada yang sempurna, Kecuali Tuhan. Kita tidak bisa<br />
mengharapkan bangsa ini bebas korupsi. Bangsa yang ada<br />
dalam posisi melakukan Imperialisme pun tidak lepas<br />
dari masalah korupsi. Korupsi memang salah satu<br />
masalah, tapi bukan itu masalah utamanya. Tetap gw<br />
bilang, belum adanya semangat nasionalisme yg<br />
berbekalkan teknologi serta mewujud dalam suatu<br />
korporasi nasional yg kuat.</p>
<p>Skrg coba dibalik dr sudut pandang pelaku Imperialisme<br />
Korporasi. Jika negara Indonesia yg koruptif ini kita<br />
tempatkan sebagai objek, dan katakanlah ada satu<br />
project besar di negara Indonesia tsb, maka sebenarnya<br />
posisi pelaku industri Imperialisme luar dgn pelaku<br />
industri lokal sebenarnya sama saja. Mereka sama 2<br />
berhadapan dgn pejabat2 Indonesia yg koruptif. Secara<br />
bisnis, mereka sama2 perlu mengalokasikan anggaran utk<br />
budaya korupsi pejabat2 tsb. Tapi karena memang<br />
industri lokal kita kalah bersaing secara teknologi,<br />
maka Industri Luar yg berpeluang lebih besar utk<br />
mendapatkan project tsb.</p>
<p>Jadi dalam kerangka permasalahan Imperialisme,<br />
pembenahan moral bukanlah sesuatu yg paling penting<br />
dikedepankan. Dan jika kita menggunakan asas manfaat,<br />
energi yg kita keluarkan utk membenahi budaya korupsi<br />
akan terlalu besar saat ini. Lebih baik kita<br />
memfokuskan diri pada pengembangan Korporasi2 Nasional<br />
yg maju secara bisnis dan teknologi, dan insya allah<br />
dampaknya akan lebih besar utk masyarakat. Tanpa perlu<br />
bicara moral dan agama, Korporasi2 internasional<br />
mungkin jauh lebih baik bersikap secara bisnis dan<br />
moral dibanding kelakuan pemerintahan kita saat ini.<br />
Dan ini yg bisa kita tiru. Kita bisa meniru budaya<br />
kerja keras mereka, budaya disiplin mereka, budaya<br />
keinginan menjadi yg terbaik dr mereka, dan itu semua<br />
adalah hal2 yg baik secara moral. Kita jangan menunggu<br />
utk terciptanya perbaikan moral di negeri ini. Tapi<br />
kita berbuat dalam kerangka usaha mewujudkan Korporasi<br />
nasional, dan dengan sendirinya, bisnis dan moral<br />
didapatkan.</p>
<p>Satu lagi, Kita gak akan bisa mendapatkan dunia dgn<br />
belajar ilmu agama. tapi kita bisa mendekati Tuhan dgn<br />
belajar ilmu dunia. Lucu kan ya?</p>
<p>Salam Moral,</em></p>
<p>Moral dan Budaya Korupsi memang perlu dibenahi. Jika kita gunakan &#8216;Prinsip No 9&#8242; maka Semuanya memang Penting. Tapi ada penjelasan dari &#8216;Prinsip No 9&#8242; , yaitu : Semuanya penting, dan ada prioritas. Dalam kerangka korporasi Nasional, maka dapat dikatakan pembenahan Moral bukanlah prioritas yang harus didahulukan. Jangan menunggu moral bangsa ini baik baru berharap bangsa ini maju. Menunggu itu membosankan..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=19&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/02/25/moral-dan-budaya-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Korporasi Nasional vs Imperialisme Korporasi (Jilid 1)</title>
		<link>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/02/25/korporasi-nasional/</link>
		<comments>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/02/25/korporasi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 08:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akhyar98</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indonesiawi.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Posting ini dibangkitkan oleh topik Indonesia Menggugat yang digagas Saudara Tofan pada milis itb98. Tapi dibungkus dlm kemasan baru. Pelan2 aja bacanya ) Dalam Indonesia menggugat, Soekarno sudah memaknai bahwa Imperialisme itu bukanlah Belanda, bukanlah Amerika, atau apapun. ia adalah suatu paham. &#8220;&#8230;.. Tuan-tuan Hakim yang terhormat. Apa arti imperialisme? Imperialisme juga suatu paham, suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=6&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Posting ini dibangkitkan oleh topik Indonesia Menggugat yang digagas Saudara Tofan pada milis itb98. Tapi dibungkus dlm kemasan baru. Pelan2 aja bacanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Dalam Indonesia menggugat, Soekarno sudah memaknai bahwa Imperialisme itu bukanlah Belanda, bukanlah Amerika, atau apapun. ia adalah suatu paham.</p>
<p><em>&#8220;&#8230;..<br />
Tuan-tuan Hakim yang terhormat. Apa arti imperialisme? Imperialisme juga suatu paham, suatu pengertian. Ia bukan seperti yang dituduhkan pada kami itu. Ia bukan amtenar BB, bukan pemerintah, bukan otoritas, bukan badan apa pun juga.Ia adalah suatu nafsu, suatu sistem menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa atau negeri lain. Suatu sistem merajai atau mengendalikan ekonomi atau negeri bangsa lain. Imperialisme bisa juga hanya nafsu atau sistem mempengaruhi ekonomi negeri atau bangsa lain. Ia tak usah dijalankan dengan pedang atau bedil atau meriam atau kapal perang. Ia tak usah berupa &#8220;perluasan negeri atau daerah dengan kekerasan senjata&#8221;, sebagai yang diartikan oleh Van Kol, melainkan bisa juga berjalan hanya dengan &#8220;putar lidah&#8221; atau secara &#8220;halus-halusan&#8221;. Ia bisa berjalan dengan cara &#8220;penetration pacifique&#8221;. &#8230; (1)&#8221;</p>
<p></em></p>
<p>(1) <a title="referensi" href="http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/02/17/0004.html" target="_blank">Imperialisme menurut Soekarno dalam Indonesia menggugat</a></p>
<p>Per definisi, Apa itu Imperialisme?</p>
<p>(2) <a title="//id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme" target="_blank">Definisi Imperialisme menurut Wikipedia</a></p>
<p>Merujuk Wikipedia, kata ini berarti Memerintah, atau Menguasai.</p>
<p><em>Caranya?</em></p>
<p>Bisa dengan kekuatan senjata, Ekonomi, Budaya, Agama, dan Ideologi.</p>
<p><em>Motifnya?</em></p>
<p>Kejayaan Bangsa (Pride, Nasionalisme), Ideologi dan Agama</p>
<p>Mencermati perkembangan dunia saat ini, saya melihat irisan dari motif dan cara Imperialisme yang paling mengemuka saat ini adalah Ekonomi. Bangsa2 yang dianggap melakukan Imperialisme saat ini hampir tidak menaruh perhatian kepada Ideologi, Agama, pun Nasionalisme. Dan kekuatan senjata sebisa mungkin tidak dimunculkan dalam imperialsme.</p>
<p>Bentuk yang paling kasat mata Imperialisme saat ini adalah Perusahaan Mega-Multi Nasional yang menguasai banyak negara. Mari kita sebut saja itu Imperialisme Korporasi. Korporasi Internasionallah yang saat ini berperan sebagai the invisble hand yang menentukan kebijakan suatu negara, baik negara yg disebut melakukan imperialisme, maupun negara yg menjadi korban imperialisme.</p>
<p>Kita sampai pada premis pertama:</p>
<p><strong>1. Imperialisme saat ini bermotif Ekonomi, dan dijalankan secara Ekonomi, dalam bentuk Imperialisme Korporasi.<br />
</strong></p>
<p><em>Lalu apa yg bisa kita lakukan?</em></p>
<p>Kita bisa memilih utk menghadapi perang ekonomi dengan agama, dengan ideologi, nasionalisme, atau ekonomi.</p>
<p><strong>Pilihan pertama, dengan Agama.</strong></p>
<p>Saya langsung mencoret pilihan pertama ini dengan cepat.<br />
Pertama, dengan mudah bisa dikatakan bahwa ini adalah hal yang tidak populer sama sekali dimata dunia dan ini akan membuat negara ini dikucilkan dalam pergaulan internasional. Tidak relevan kalau kata JK. Kedua, dalam pengalaman beragama negeri ini kita menyadari bahwa negeri ini sendiri tidak satu agama. dan, sejarah membuktikan kita sendiri sering bemasalah dalam urusan keberagamaan di dalam negeri sendiri.</p>
<p>Bagaimana kita akan menggunakan senjata yang kita sendiri tidak mahir menggunakannya?</p>
<p><strong>Pilihan kedua, dengan Ideologi.</strong></p>
<p>Ini juga tidak kena. Perang yang dihadapi saat ini bukanlah perang Ideologi. lagipula, saya bisa katakan<br />
saat ini Ideologi tidak ada. Ideologi semakin kabur, dan yang ada sebenarnya hanyalah sistem politik dan atau hukum serta ekonomi. Apakah Sosialisme masih ada? Komunisme? apa Ideologi China skrg?<br />
Sosialis-Liberalis-Ekonomis? Semua negara bisa dikatakan menganut Ideologi banci yang berwarna<br />
Demokrasi dengan segala bungkusnya. Pancasila? sama saja, Ia tetaplah Demokrasi dengan rasa Indonesia. Dan saya yakin, pemahaman kita terhadap Pancasila juga tidak satu. Jika kita menggunakan Ideologi untuk melawan Perang Imperialisme ekonomi. maka saja kita menggunakan sesuatu yang maya untuk melawan sesuatu yang nyata.</p>
<p><strong>Pilihan ketiga, dengan Nasionalisme.</strong></p>
<p>Ini adalah pilihan yang menarik. Secara sederhana, pilihan ini merupakan alternatif yang baik. Yang<br />
diteriakkan Soekarno dan pemikir2 besar bangsa ini sejatinya memang nasionalisme. Tapi, hati2.<br />
Nasionalisme itu sendiri harus dipahami secara baik dan tidak membabi buta. Jika kita menganggap<br />
nasionalisme adalah Menasionalisasi Perusahaan2 milik asing, atau melanggar kontrak yang sudah<br />
ditandatangani dgn pihak asing, atau tidak membayar hutang LN, atau menganggap Temasek monopoli padahal kita sendiri yang menyusun dan menyetujui keberadaan mereka dahulu dan pastinya sudah disetujui DPR, maka itu adalah Nasionalisme buta yang makin memperburuk citra bangsa ini. Dalam kasus automotif misalnya. dari seluruh negara ASEAN, hanya Thailand yang tidak memiliki program Mobil Nasional. Dan pada saat ini, walaupun Thailand tidak punya mobil Nasional, merekalah yang menjadi basis produksi mobil Jepang. Dan secara ekonomis, mereka yang paling diuntungkan. Malaysia, walaupun memiliki Proton, Secara bisnis Proton itu rugi. Tapi mereka masih memiliki sedikit kebanggaan. Indonesia? kita tidak punya mobil nasional, kita menjadi pasar otomotif internasional, kita sediakan pekerja dgn upah murah, dan kita konsumsi mobil2 mereka yg menjadikan jakarta macet, polusi, dan menghabiskan bbm yang kemudian kita kerepotan mensubsidinya. Lengkap!</p>
<p><strong>Pilihan keempat, dengan Ekonomi.</strong></p>
<p>Ini adalah pilihan yang paling masuk akal. Apple to Apple. Ekonomi dengan Ekonomi.</p>
<p>Soekarno sudah menyadari ini pada zamannya. Soekarno menyadari bahwa Imperialisme benih2 motifnya adalah Ekonomi dan Ujung2nya yg dituju adalah Ekonomi. Tapi Soekarno hidup dalam masa Merebut Kemerdekaan dan sedikit pada masa Mengisi kemerdekaan. Permasalahannya sudah Soekarno pahami, tapi solusinya belum secara lengkap dijalankan. Pada taraf solusi Soekarno sudah menyadari pentingnya Pendidikan dengan menggalakkan sebesar2nya Pendidikan Rakyat. Tapi Soekarno belum menyentuh ranah Korporasi. Belum Jamannya.</p>
<p>Lalu muncullah Soeharto. Soeharto, secara sadar atau tidak meneruskan Pendidikan Nasional (dgn segala keterbatasan pemahamannya berlatar belakang sebagai seorang petani dan militer), dan mulai menyentuh Korporasi. Soeharto memunculkan 3 Pilar Ekonomi (BUMN, Swasta dan Koperasi) dan menyadari pentingnya suatu konglomerasi Nasional yang kuat utk berhadapan dengan Imperialisme Korporasi. Soeharto merangkul dan menumbuh kembangkan Konglomerat2 Nasional dalam berbagai bidang.</p>
<p>Sayangnya, ini tidak berjalan karena digerogoti dari dalam oleh budaya Korupsi dan yang terpenting minimnya penguasaan teknologi itu sendiri.</p>
<p>Konglomerasi2 Nasional yang diciptakan pada Orde Baru pada akhirnya tidak lebih dari kepanjangan tangan Korporasi Luar Negeri. Bisnis mereka besar, dan menggurita utk ukuran Indonesia, tapi tidak ada<br />
apa2nya secara Internasional dan yg dilakukan sejatinya adalah pintu masuk hutang luar negeri dan<br />
pintu keluar aset2 bangsa. Ketika krisis melanda, semuanya ambruk dan memperparah masalah bagi bangsa ini dgn skema BLBI dll (You name it).</p>
<p>Sekarang, kita menyadari pentingnya Korporasi Nasional yang kuat dalam menghadapi perang Imperialisme Korporasi. Dan ini sebenarnya adalah difusi mutualisme dari pilihan ketiga dan keempat. kita meyakini bahwa perang ekonomi harus dijawab dgn bahasa ekonomi, dan dalam tatanan rasa nasionalisme yang kuat.</p>
<p>Secara sederhana dapat dikatakan, Nasionalisme diperlukan sebagai semangat ke dalam diri sendiri, dan<br />
Ekonomi adalah wujud perang kita keluar.</p>
<p>Kita sampai pada premis kedua:</p>
<p><strong>2. Perang ekonomi harus dilawan secara ekonomi dan dilakukan secara nasional.</strong></p>
<p>Saat ini, kita sudah punya 2 premis. Dan ini perlu diramu menjadi satu kesimpulan.</p>
<p>Kita sudah meyakini bahwa Imperialisme saat ini bermotif ekonomi, dan dilakukan secara ekonomi. Dan<br />
dari premis kedua, kita meyakini perang ekonomi juga harus dimainkan dalam permainan ekonomi sebagai satu bangsa. Maka, disini saya meyakini bahwa dalam perang melawan Imperialisme Ekonomi tidak bisa tidak, harus dijawab dengan Ekonomi juga, dalam bentuk Korporasi Nasional:</p>
<p><strong>3. Imperialisme Ekonomi dalam bentuk Imperialisme Korporasi harus dilawan secara ekonomi. Dalam hal ini adalah diwujudkan dalam bentuk Korporasi Nasional.<br />
</strong></p>
<p><em>Sekarang, apa itu Korporasi Nasional?</em></p>
<p>Soeharto pernah menyebut 3 Pilar Ekonomi terdiri atas Swasta, BUMN, dan Koperasi. Disini, saya tidak<br />
mengharuskan Korporasi Nasional dalam bentuk salah satu dari ketiganya. Dia bisa berbentuk apapun. Jika anda berada pada posisi swasta, berjuanglah sebagai swasta. Jika anda dlm posisi BUMN, urus dgn<br />
baik BUMN anda. Itu juga berlaku di koperasi. Poin yang ingin saya tekankan adalah, kita butuh Korporasi Nasional yang kuat. Dan dia bertindak sebagai Lokomotif Ekonomi.Saat ini pemerintah sedang asik2nya bermain dgn UKM. Itu penting, tapi UKM secara alamiah adalah lemah dan tidak terorganisir. Jika kita masih menggunakan bahasa UKM dalam perang Imperialisme Global, itu mirip dgn perang gerilya. Masa perang gerilya sudah lewat, teman.. Jika kita memiliki Lokomotif2 Ekonomi yg kuat, maka UKM2 sebagai gerbongnya akan banyak yg tertarik.. dan Jika kita punya banyak Lokomotif Ekonomi, maka kita akan memainkan Sim Train kita sendiri disini dgn asik..</p>
<p>Lebih jauh ke implementasi, kita butuh Korporasi Nasional yang kuat dalam industri2 strategis. Dan<br />
semuanya dimulai dari Kebijakan Energi Nasional. Minyak, Gas, Batubara. Mana yang mau kita pakai, mana yg mau kita ekspor. Saat ini semuanya terbalik2 dan merugikan bangsa secara ekonomi. Pada kasus minyak, saat ini kita menjadi bangsa yang merugi karena minyak. Pada kasus gas, kita ekspor gas kita dgn murah ke Negara lain sehingga mereka bisa berproduksi dgn efisien sementara Pabrik pupuk kita bisa tidak mendapat pasokan gas. pada kasus batubara, kita ekspor batubara dgn nilai energi tinggi keluar sedangkan kita menggunakan batubara dgn nilai energi rendah, yg tidak<br />
menguntungkan secara ekonomis,  membuat peralatan pembangkit kita lebih mudah rusak karena peralatan pembangkit yg (lagi2) kita impor tersebut sebenarnya dirancang utk spesifikasi batubara dgn nilai energi tinggi yang tentunya berpengaruh ke kinerja dan reliabilitinya. Diperparah dengan suara dari<br />
kementrian KLH yg membuat masyarakat merasa Batubara tidak ramah lingkungan, padahal Negara industri lain saat ini menggunakan Batubara sebagai sumber energi utama.</p>
<p><em>Apa yg kurang disini?</em></p>
<p>Saya yakin, rasa nasionalisme itu masih ada. dan semangat perjuangan secara ekonomi juga masih banyak. Teman saya pernah mengatakan Solusinya adalah solusi sosial. Saya katakan tidak. Tidak ada itu solusi sosial. Sosial adalah masalahnya, dan solusinya memerlukan Teknologi.</p>
<p>Yg kurang adalah penguasaan <strong>TEKNOLOGI.</strong></p>
<p>Korporasi Nasional tidak akan kuat tanpa adanya penguasaan teknologi. Selama kita malas menguasai<br />
teknologi, maka Korporasi nasional yg terbentuk lagi2 adalah akan menjadi pedagang. Apapun bentuknya. Ujung2nya adalah spek tender, yg kemudian dibeli dari Cina (atau manapun ya). Prinsip yang paling mudah dalam hal ini adalah nilai tambah. Coba cermati di industri manapun anda berada. Di Oil and gas, automotif, manufaktur, jasa, apapun. Cermati, berapa nilai kontraknya. berapa aset bangsa yg keluar, berapa nilai uang yang masuk, berapa nilai uang yang keluar utk pribadi, dan berapa nilai uang yang keluar lagi ke luar negeri, karena kita tidak menguasai Teknologinya. Ini akan terjadi dimana2 karena secara sederhana, kita memang tidak menguasai teknologinya.</p>
<p><em>Kemudian, bagaimana kita menguasai teknologi?</em></p>
<p><strong>DIREBUT!</strong></p>
<p>Tidak ada yg namanya itu Alih teknologi. Jepang pun bisa bangkit dari keterpurukan perang dan maju seperti sekarang dengan cara merebut teknologi. Kita tidak bisa mengharapkan bangsa lain menjadi sinterklas dgn mengajarkan sesuatu yg membuat kita berhenti bergantung kepada mereka, dan membuat mereka kehilangan kita sebagai pasar. Pada kasus otomotif misalnya, Alih teknologi itu tidak pernah terjadi.</p>
<p>Kemudian Pemerintah membuat kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam negeri) yang intinya berusaha<br />
meningkatkan kandungan produksi lokal dalam mobil2 yang diproduksi di dalam negeri. Dari sisi bisnis,<br />
Jepang juga sebenarnya tidak keberatan jika memang produksi lokal menghasilkan komponen yang memenuhi standar otomotif yg tinggi. Tapi karena teknologinya memang tidak kita kuasai, itu sulit terjadi, sehingga akhirnya yg dilakukan Jepang adalah mendirikan industri komponen dgn modal, material, mesin dan expert dr Jepang di Indonesia sehingga secara administratif tercapailah persyaratan2 TKDN tsb..<br />
memang Made In Indonesia, tapi bukan Indonesian Made..</p>
<p><em>Bagaimana merebutnya?</em></p>
<p>Ini akan menjadi topik berikutnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indonesiawi.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indonesiawi.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indonesiawi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indonesiawi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indonesiawi.wordpress.com&amp;blog=1890714&amp;post=6&amp;subd=indonesiawi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indonesiawi.wordpress.com/2008/02/25/korporasi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ed0124a5ca70cdfa175a7983fe6e92c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">akhyar98</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
