Perhitungan Kwik Kian Gie yang selanjutnya saya sebut
KKG tentang subsidi BBM (1)
arahnya sudah benar, walaupun karena itu adalah
perhitungan yang sangat2 disederhanakan, timbul
beberapa asumsi perhitungan yang banyak dipertanyakan
dalam beberapa milis sehingga perlu di perjelas.
(saya hanya merangkum saja).
1. Harga Minyak.
Harga yang dijadikan dasar perhitungan adalah Harga
Minyak Mentah dan Harga Jual Premium Dalam Negeri.
Padahal, konsumsi Dalam Negeri tidak hanya Premium.
2. Produksi dan Konsumsi.
Produksi yang dijadikan dasar perhitungan adalah
produksi Minyak Mentah, padahal tidak seluruh Minyak
Mentah dapat diproses menjadi premium dan BBM lainnya.
Konsumsi yang dijadikan dasar perhitungan adalah
Premium, padahal konsumsi Dalam Negeri tidak hanya
Premium.
2. Perhitungan Pemasukan dan Pengeluaran Pemerintah.
2.1 Perhitungan Pengeluaran.
KKG hanya memasukkan Biaya Proses pengolahan BBM yang
diproduksi dari Minyak Mentah Dalam Negeri. Seharusnya
dimasukkan juga komponen Biaya Proses pengolahan BBM
yang diperoleh dari impor.
2.2 Perhitungan Pemasukan.
KKG hanya memasukkan penerimaan dari volume penjualan
BBM yang diproduksi dari Minyak Mentah Dalam Negeri,
seharusnya diperhitungkan Total penerimaan BBM yang
dijual di Dalam Negeri (baik yang diperoleh dari
Minyak Mentah dalam Negeri dan Impor), ditambah
pemasukan dari Ekspor Minyak Mentah.
Perhitungan Pemasukan dan Pengeluaran Pemerintah yang
dilakukan KKG dengan asumsi 0% ekspor, padahal
kenyataannya Pemerintah melakukan ekspor dan impor
Minyak Mentah dan BBM sekaligus.
3. Pengertian Subsidi.
Harga 4500 premium yang dijadikan dasar asumsi KKG,
sebenarnya adalah Harga Premium yang saat ini SUDAH
diberikan Subsidi. Artinya, jika perhitungan KKG
pemerintah masih untung XX Triliun, maka angka
tersebut masih harus dipotong Subsidi yang diberikan
Pemerintah dalam APBN tahun tersebut.
………… ……… ……… ……… ……… ….
Sebenarnya sudah ada yang membuat perhitungan
sederhana dengan excel yang berangkat dari logika yang
dibangun KKG(2).
Dengan logika yang dibangun dari perhitungan KKG
tersebut saya mencoba kembali membuat perhitungan
sederhana untuk mengakomodir asumsi2 yang menjadi
kerancuan dalam perhitungan KKG tersebut(3) :
Perhitungan Neraca Minyak Pemerintah
Pertama kita harus memperjelas terminologi ‘Minyak
Mentah’ ‘BBM’ dan ‘Premium’ yang menjadi dasar
perhitungan.
Penyederhanaan perhitungan KKG dapat dimaklumi karena
sulitnya mendapatkan data detail berapa produksi,
konsumsi, biaya proses yang keluar dan pemasukan yang
diterima Pemerintah untuk setiap jenis BBM yang
dikonsumsi masyarakat. Tugas Pemerintahlah
mendetailkan perhitungan ini dan mempublikasikannya.
Ok, saat ini kita buat perhitungan sederhana dahulu
asal konsisten.
I. Harga Minyak.
1.Harga Minyak Mentah Internasional dipilih sebagai
dasar perhitungan Ekspor dan Impor Minyak Mentah yang
dilakukan Pemerintah.
2. Harga Jual Rata2 BBM Dalam Negeri. Harga ini
adalah harga jual rata2 semua jenis BBM produksi
Pertamina.(Premium, Pertamax, Minyak Tanah, Minyak
Diesel, Solar, dll)baik BBM untuk Industri maupun
masyarakat umum. Harga ini seharusnya adalah harga
TANPA SUBSIDI. Jika saldo akhir negatif, barulah perlu
diberikan subsidi.
II. Produksi dan Konsumsi
3.Produksi Minyak Mentah Dalam Negeri adalah Volume
Poduksi Dalam Negeri Minyak Mentah per Tahun.
4. Konsumsi BBM Dalam Negeri adalah Volume Konsumsi
BBM Dalam Negeri per Tahun, yang dipenuhi oleh
produksi BBM baik dari Minyak Mentah Dalam Negeri
maupun Minyak Mentah Impor.
III. Ekspor dan Impor
5. Ekspor Minyak Mentah adalah Volume penjualan Minyak
Mentah per Tahun.
6. Impor Minyak Mentah adalah Volume pembelian Minyak
Mentah dari Luar Negeri per Tahun.
IV. Biaya Proses
7. Biaya Proses BBM Dalam Negeri per Liter adalah
rata2 biaya total proses pengadaan seluruh jenis
produk BBM dari Minyak Mentah sampai menjadi BBM yang
siap ke tangan konsumen akhir. Biaya ini meliputi
Biaya Lifting, Kilang, Distribusi, dll. Biaya proses
ini berlaku baik untuk Minyak Mentah dari Dalam Negeri
maupun dari Impor.
V. Neraca Pemerintah
Pemasukan Pemerintah diperoleh dari:
1. Penerimaan Dalam Negeri, yaitu Penerimaan dari
Penjualan seluruh BBM Dalam Negeri.
2. Ekspor Luar Negeri. yaitu Penerimaan dari Penjualan
Minyak Mentah ke Luar Negeri.
Pengeluaran Pemerintah diperoleh dari:
1. Biaya Proses Dalam Negeri, yaitu Biaya yang keluar
untuk memproses BBM Dalam Negeri baik dari Minyak
Mentah dalam Negeri maupun Minyak Mentah Impor.
2. Biaya Impor Luar Negeri. yaitu Biaya pembelian
impor Minyak Mentah dari Luar Negeri.
Saldo Akhir Pemerintah adalah Selisih antara Pemasukan
dan Pengeluaran.
………… ……… ……… ……… ……… …..
Analisis.
Sebagai perbandingan, seluruh perhitungan menggunakan
angka2 yang dipilih oleh KKG.
I. Harga Minyak.
1.Harga Minyak Internasional diambil nilai 100 USD.
2.Harga Jual Rata2 BBM Dalam Negeri dipilih Rp.4500,-
Ketika KKG memilih asumsi 4500, yang dimaksud
sebenarnya adalah harga Premium. Tidak apa, yang
penting kita sudah konsisten bahwa yang kita maksud
adalah Harga Jual Rata2 seluruh produk BBM Dalam
Negeri. Faktanya, Harga BBM yang dijual Pertamina(4)
bervariasi untuk masyarakat umum dan industri, yang
jika dirata2 pastilah lebih tinggi dari angka 4500
ini.
Secara akuntansi dapat dibuktikan Saldo akhir
Pemerintah akan bertambah jika harga rata2 BBM dalam
negeri yang dijual Pertamina lebih tinggi dari angka
4500 ini.
II. Produksi dan Konsumsi.
3.Produksi Minyak Mentah Dalam Negeri dipilih 40.6245
Juta Kilo Liter Per Tahun sesuai dengan asumsi KKG
yang sudah memasukkan faktor bagi hasil yang paling
minim, yaitu 70%..
(KKG : Produksi dalam liter per tahun : 70 % x
(1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000 Liter)
4. Konsumsi BBM Dalam Negeri dipilih 60 Juta Kilo
Liter sesuai angka yang dipilih KKG. Jika menggunakan
data ESDM, konsumsi pada 2007 adalah 321.302.814
Barrel atau jika dikalikan 159 Liter/ Barrel diperoleh
hanya 51.087.147.426 Liter.
Memang benar bahwa konsumsi Dalam Negeri tidak hanya
Premium. Tetapi kita sudah konsiten menyebut bahwa
yang kita maksud adalah Konsumsi Total seluruh produk
BBM
III. Ekspor dan Impor
5. Ekspor Minyak Mentah dipilih sesuai dengan asumsi
KKG, yaitu 0% ekspor. Karena data ekspor/impor kita
saat ini sudah menjadi net importer, maka sudah
seharusnya kita impor kekurangannya saja.
Jika produksi < konsumsi, dan tetap melakukan ekspor,
maka secara akuntansi, Saldo Akhir Permerintah tidak
akan berubah. Karena ekspor yang dilakukan
mengakibatkan impor dalam volume yang sama untuk
memenuhi konsumsi. Tapi, untuk menghindari adanya
kerugian pemerintah karena penyelundupan dan korupsi,
kegiatan ekspor dan impor kembali sebaiknya tidak
dilakukan.
6. Impor Minyak Mentah dipilih sesuai dengan
pendekatan KKG, yaitu sudah seharusnya kita impor
kekurangannya saja. Yaitu selisih antara konsumsi dan
produksi.
Jika konsumsi < produksi, dan tetap melakukan impor,
maka secara akuntansi, Saldo Akhir Permerintah tidak
akan berubah. Karena impor yang dilakukan
mengakibatkan sisa produksi dalam volume yang sama
yang dapat diekspor. Impor dapat dilakukan dengan
alasan waktu atau ketersediaan.
Sekali lagi, Kegiatan Ekspor dan Impor yang dilakukan
diluar selisih antara Produksi dan Konsumsi secara
akuntansi dapat dibuktikan tidak berpengaruh kepada
Saldo Akhir Pemerintah.
IV. Biaya Proses
7. Biaya Proses BBM Dalam Negeri per Liter yang
meliputi Biaya Lifting, Kilang, Distribusi, dll
dipilih 10 USD sesuai perhitungan KKG. Tapi
perhitungan ini sudah menghitung SELURUH volume BBM
yang harus diproses, baik dari Minyak Mentah Dalam
Negeri maupun Impor.
V. Neraca Pemerintah
Dengan angka2 yang dipilih sesuai asumsi KKG, ternyata
Pemerintah masih memiliki saldo sekitar 110 Triliun!
Ini sesuai dengan koreksi perhitungan dengan rekan
Johand Dimalouw dalam milis IA-ITB (5).
http://groups. yahoo.com/ group/IA- ITB/message/ 33182
Tapi apakah Pemerintah benar2 untung 110 Triliun? mari
perhatikan pengertian subsidi.
Dari pengertian Subsidi sebagaimana disampaikan rekan
Hanan Nugroho (6) :
‘…Subsidi BBM, sebagaimana dapat dipahami dari
naskah RAPBN dan Nota Keuangan saban tahun, adalah
“pembayaran yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia
kepada PERTAMINA (pemegang monopoli pendistribusian
BBM di Indonesia) dalam situasi dimana pendapatan yang
diperoleh PERTAMINA dari tugas menyediakan BBM di
Tanah Air adalah lebih rendah dibandingkan biaya yang
dikeluarkannya untuk menyediakan BBM tersebut”. Dalam
hal ia bernilai positif, seperti dulu sering dialami,
angka itu disebut Laba Bersih Minyak….’
Perhitungan diatas menghasilkan Saldo Pemerintah 110
Triliun. Tapi, angka 4500 rupiah harga BBM faktanya
pada saat ini adalah Harga Jual yang SUDAH diberikan
Subsidi oleh Pemerintah ke PERTAMINA. Artinya :
Dari sudut pandang Pemerintah, setelah memberikan
subsidi ke PERTAMINA pun masih kelebihan uang 110 – 68
Triliun (Subsidi BBM 2007) = 42 Triliun.
Dari sudut pandang Pertamina, Harga Jual Pertamina
seharusnya diatas 4500, tetapi PERTAMINA sudah
menerima SUBSIDI BBM tersebut untuk menutupi
kekurangannya.
Kesimpulannya, Pemerintah saat ini tanpa perlu
mencabut Subsidi pun masih untung, dan Pertamina pun
TIDAK PERLU menaikkan Harga Jualnya.
Jika Pemerintah tidak ingin mengambil untung dari
Minyak (Saldo akhir dibuat 0), maka Pemerintah dapat :
1. Menggunakan 42 Triliun ini untuk keperluan lain
(infrastruktur, pendidikan, kesehatan atau yang paling
buruk adalah Bantuan Tunai Langsung)
2. MENAMBAH SUBSIDI ke PERTAMINA.
Ini yang lebih baik, PERTAMINA dapat menggunakan dana
Subsidi tambahan ini untuk keperluan modernisasi
kilang2nya sehingga biaya proses pengolahan BBM
menjadi turun, atau langsung menggunakan subsidi
tambahan ini untuk MENURUNKAN HARGA JUAL BBM ke
masyarakat! Sehingga Industri Bangsa ini bisa lebih
bersaing..
Pilihannya ada pada Pemerintah, tapi faktanya, salah
besar jika dikatakan saat ini Pemerintah kesulitan
uang akibat Harga Minyak Mentah Internasional naik,
sehingga perlu menaikkan harga BBM..
Salam Minyak,
Referensi :
(1). Hitung2an asli KKG:
(2) Perhitungan Biaya Minyak dengan logika KKG
(3) Perhitungan Neraca Minyak Pemerintah
(5) Koreksi Hitungan KKG versi rekan JD:
(6) Tulisan rekan Hanan Nugroho tentang Subsidi BBM
*Tips*
Hilangkan tanda baca spasi ( ), persen (%), atau angka (20) yang mungkin muncul
ketika anda mendownload link-link diatas.














